Selasa, 17 Desember 2013

Asus 'Kawinkan' Tablet, Laptop dan PC Jadi Satu

http://images.detik.com/content/2013/12/17/317/171759_asus6_640.jpg

Saat ini telah banyak produsen yang menawarkan laptop jenis 2-in-1 dalam jajaran produknya. Kelebihan laptop jenis ini adalah kegunaannya yang tidak hanya dapat berfungsi sebagai laptop tapi juga mampu bertransformasi menjadi tablet.

Namun Asus sepertinya masih tidak puas dengan terobosan tersebut, produsen asal Taiwan inipun menyodorkan apa yang disebutnya laptop 3-in-1. Tidak sekedar mampu bertransformasi dari laptop menjadi tablet ataupun sebaliknya, perangkat dengan sebutan Transformer Book Trio ini juga dapat menjadi sebuah PC desktop.

Inovasi Transformers Trio sejatinya terletak pada 'jeroan' yang diusungnya. Baik bagian layarnya yang dapat berfungsi sebagai tablet maupun bagian keyboard dock-nya, ternyata masing-masingnya memiliki sistem sendiri-sendiri.

Artinya, bila dibalik layar tabletnya terdapat komponen prosesor, storage, dan sistem operasinya sendiri, begitu juga dengan bagian keyboard dock-nya yang juga memiliki prosesor, storage, dan bahkan sistem operasinya sendiri juga.

Mengapa dengan 2 sistem operasi ? inilah kelebihan menarik yang juga ditawarkan oleh Transformer Book Trio. Jadi saat difungsikan sebagai tablet, Transformer Book Trio akan berjalan pada sistem operasi Android 4.2 Jelly bean, sedangkan saat berfungsi sebagai laptop maka sistem operasi yang digunakan adalah Windows 8.

Asyiknya lagi, saat berbentuk laptop pengguna juga diberikan keleluasaan untuk memilih sistem operasi yang digunakan apakah Android ataupun Windows 8, cukup dengan menekan tombol 'Trio' yang ada di bagian belakang layarnya.

"Sistem 2 prosesor, 2 sistem operasi, dan 2 storage pada Transfomer Book Trio membuat penggunanya makin leluasa dan fleksibel sesuai kebutuhannya yang beragam," ujar Rex Lee, Regional Director ASUS South-East Asia pada peluncuran Transfomer Book Trio di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (17/12/2013).

Beralih ke mode 3-in-1 yang dimilikinya, Transformer Book Trio dapat bertranformasi menjadi PC desktop hanya cukup dengan mencolokkan kabel kabel HDMI dari port micro HDMI yang tersedia menuju port HDMI pada layar monitor.

Kala bagian keyboard dock difungsikan sebagai PC desktop, bagian layarnya yang berfungsi sebagai tablet Android pun dapat digunakan untuk kebutuhan lain secara bersamaan. Menariknya, baik Android maupun Windows 8 yang digunakan, keduanya juga dapat saling berbagi-pakai file berkat aplikasi khusus yang disediakan.

Untuk sektor jeroan, Transformer Book Trio mengandalkan prosesor besutan Intel yakni Intel Core i7 4500U, RAM DDR3 4 GB, dan Harddisk 500 GB untuk penggerak Windows 8 yang ada di dalam bagian keybiard dock. Sedangkan untuk penggerak Android yang ada dibalik layarnya, Transformer book Trio disematkan prosesor Intel Atom Z2560, RAM DDR2 2 GB, dan penyimpanan jenis eMMC hingga kapasitas 64 GB.

Tertarik meminangnya? Dengan segala kelebihan yang ditawarkannya Asus membandrolnya dengan banderol yang terbilang lumayan yakni sebesar Rp 13,9 juta. Berminat?



Sumber: Detik

Nielsen: Facebook Menjadi Aplikasi Paling Populer di Smartphone

Aplikasi apa yang paling populer di kalangan pengguna smartphone? Salah satu pihak yang mempunyai jawaban dari pertanyaan tersebut adalah lembaga survei Nielsen. Dalam pernyataan terbarunya, Nielsen mengatakan bahwa Facebook adalah aplikasi terpopuler di tahun 2013.




Menurut catatan Nielsen, Facebook mempunyai sebanyak 103 juta pengguna unik setiap bulannya. Dibandingkan tahun lalu, jumlah pengguna Facebook itu pun mengalami peningkatan sebesar 27 persen. Selain itu, Facebook juga mencatatkan Instagram sebagai salah satu aplikasi populer 2013 dan duduk di posisi ketujuh.
Dalam hasil survei yang dilakukan oleh Nielsen, Google Search menjadi runner-up dengan pengguna rata-rata per bulan sebesar 76 juta orang. Dari posisi kedua hingga keenam, Google memang mendominasi dengan aplikasi Google Play, YouTube, Google Maps serta Gmail. Selain itu, Apple menyumbangkan aplikasi peta miliknya di posisi ke delapan. Terakhir, Twitter berada di posisi ke sepuluh.





Survei ini dilakukan oleh Nielsen dari bulan Agustus hingga Oktober. Sebanyak 52 persen responden yang turut serta dalam survei ini adalah pengguna smartphone Android, sementara 41 persen lainnya memakai iPhone. Selebihnya, ada 3 persen pengguna BlackBerry dan Windows Phone serta lainnya sebanyak 2 persen.

Sumber: BeritaTeknologi

Samsung kini Luncurkan GamePad untuk Bermain Game di Platform Android

Samsung baru saja mengumumkan sebuah aksesoris untuk smartphone yang cukup menarik. Aksesoris tersebut adalah sebuah gamepad yang ditujukan untuk memudahkan bermain game di smartphone Android. Smartphone GamePad itu pun kini pertama kali diperkenalkan oleh Samsung di Eropa.




Samsung mengatakan bahwa dengan adanya GamePad tersebut, bisa memberikan pengalaman yang menarik kala bermain game melalui tablet atau smartphone. GamePad ini pun bisa mengubah sebuah smartphone Galaxy atau tablet menjadi perangkat konsol game.
GamePad ini pun bisa digunakan untuk perangkat Android yang mempunyai layar berukuran 4 inci hingga 6.3 inci. Samsung mengatakan bahwa GamePad ini bisa digunakan secara optimal di smartphone Galaxy yang menggunakan OS Android 4.3 seperti Galaxy Note 3, S4, Note II serta S3.
Namun bukan berarti GamePad ini tak bisa dipakai pada semua smarpthone Android. GamePad ini dapat digunakan pada perangkat yang menggunakan OS Android 4.1 atau lebih tinggi. Dan untuk pengalaman yang lebih menyenangkan, pengguna bisa menghubungkan smartphonenya dengan HDTV. Sementara itu GamePad ini bisa di-pair memakai Bluetooth.

Samsung mengatakan bahwa akan ada 35 game yang bisa dimainkan dengan GamePad ini. Di antaranya adalah Modern Combat 4: Zero Hour, Asphalt 8: Airborne dan lain-lain. GamePad ini sudah tersedia di pasar Eropa. Sayangnya beluma da informasi mengenai harga dari aksesoris ini.

Sumber: BeritaTeknologi

Nokia Hentikan Pengembangan Smartphone Android Normandy

Nokia Normandy, sebuah smartphone yang kabarnya bakal menggunakan sistem operasi milik Nokia tengah dikembangkan oleh perusahaan asal Finlandia tersebut. Namun sebuah kabar baru yang dikutip dari GSM Arena mengungkapkan kalau Nokia menghentikan pengembangan smartphone Android Normandy tersebut.




Proyek ini sejatinya sudah dalam masa pengerjaan. Bahkan untuk melakukan proyek ini, Nokia telah menunjuk Peter Skillman yang merupakan mantan VP MeeGo UX dan Services Design sebagai pimpinan. Skillman juga merupakan pimpinan desain dari HERE dan pernah terlibat dalam pengembangan Palm.
Proyek pengembangan Nokia Normandy ini dilakukan secara terpisah dari divisi yang bakal bergabung dengan Microsoft. Jadi sebenarnya Nokia bisa terus melanjutkan pengembangannya. Namun karena diharuskan untuk menjualnya dengan brand baru, Nokia pun memilih untuk mundur dari persaingan.
Sebagai gantinya, Nokia dikabarkan memilih untuk mengembangkan sebuah perangkat wearable. Perangkat tersebut dikabarkan bakal memiliki teknologi augmented reality, layar fleksibel, transmisi power wireless serta menggunakan energi elektromagnetik.

Rumor mengenai Nokia Normandy selama ini memang sebatas isu. Hingga saat ini, pihak perusahaan belum pernah secara resmi mengungkapkan mengenai keberadaannya.

Sumber: BeritaTeknologi

Senin, 16 Desember 2013

4 Robot Menyeramkan Google

Google baru saja mengakuisisi Boston Dynamics, sebuah perusahaan robot teknologi tinggi. Robot yang mereka produksi memang disambut kekaguman oleh khayalak.


Saking canggihnya, terkadang robot besutan Boston Dynamics terlihat menyeramkan. Misalnya saja, robot yang bisa berlari cepat seperti binatang cheetah.

Apa saja robot besutan Boston Dynamics yang paling canggih dan terlihat menakutkan?


1. BigDog

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/114134_p.jpg


BigDog diciptakan tahun 2005 oleh Boston Dynamic, Jet Propulsion Laboratory dan Harvard University Concord Field Station. Pembuatannya didanai oleh Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), lembaga militer AS.

Kegunaan utama BigDog adalah untuk membawa beban berat para prajurit di medan peperangan. Terutama di area yang sulit dilalui oleh kendaraan.

Robot tersebut bisa membawa beban sampai 150 kilogram. Robot berwarna hitam pekat ini tampak mengerikan bagai hewan buas dengan empat kakinya dirancang secara khusus untuk menjelajahi area berbahaya.

Selalu ada kemungkinan si robot jatuh atau terpeleset saat melewati medan yang berbahaya. Namun ia punya teknologi canggih sehingga memungkinkannya cepat bangkit kembali.

Seluruh pergerakan robot dikendalikan dengan komputer on board. Terdapat kontrol khusus yang memastikan robot memulihkan posisinya meski terpeleset atau terjatuh.


2. Robot Cheetah

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/114244_c.jpg


Robot Cheetah ini dibesut oleh Boston Dynamic. Mereka mendapat kontrak dari Departemen Pertahanan AS. Boston Dynamic sebelumnya pernah membuat robot bernama BigDog, yang membantu tentara membawa bawaan berat di medan sulit.

Namun anehnya, militer AS belum tahu persis apa kegunaan robot Cheetah ini nantinya. Agaknya, mereka ingin membuatnya dulu kemudian baru menelisik akan seperti apa manfaatnya bagi para tentara. 

Mencontoh Cheetah yang memiliki postur menawan untuk berlari ngebut, robot tersebut bakal menambah deretan arsenal robot yang saat ini sudah dipunyai militer negeri Paman Sam. Ia diklaim mampu berlari sprint, bermanuver zig zag dan berhenti seketika.

Cheetah sendiri adalah binatang darat dengan kemampuan lari paling cepat, dengan kecepatan maksimal sampai 70mph. Si robot, yang prototipenya direncanakan muncul dalam waktu 20 bulan, digadang-gadang dapat berlari di kisaran 20-30mph.


3. Sand Flea

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/114337_po.jpg


Sand Flea, demikian namanya, bisa melontarkan diri hingga mendarat di atas gedung setinggi sekitar 10 meter ataupun ke area perbukitan.

Sand Flea dikembangkan oleh DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency), lembaga yang bernaung di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pembuatannya dikontrakkan pada Sandia National Laboratory.

Sand Flea sudah dikembangkan cukup lama, namun sekarang makin canggih sehingga bisa melompat lebih tinggi. Tidak dijelaskan seperti apa detail teknologi yang memungkinkan Sand Flea mampu melompat setinggi itu, barangkali karena masuk rahasia militer.

Robot mini yang dikendalikan dengan remote kontrol ini bisa melakukan sekitar 25 kali lompatan sebelum dayanya habis. Dia didesain sedemikian rupa sehingga pendaratan cukup mulus dan tidak sampai merusak bodinya.

Sand Flea dibuat untuk keperluan militer. Rencananya si robot bakal diterjunkan ke medan perang seperti Afghanistan sebagai mata-mata. Ya, ia dibekali kamera untuk mengintai situasi sekitar.


4. Robot Atlas

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/114421_edalam.jpg


Atlas adalah robot humanoid yang wujudnya mirip-mirip dengan manusia. Robot yang diperkenalkan pada bulan Juli 2013 ini dikembangkan Boston Dynamics untuk Departemen Pertahanan AS.

Atlas dibekali dengan beberapa sensor canggih. Sehingga dia dapat berjalan ataupun mendaki dengan tangan dan kakinya.

Pada Oktober 2013, Atlas dipercanggih kemampuannya oleh Boston Dynamics. Sehingga tetap dapat berdiri tegak meskipun kena tembakan peluru rungan.

Secara bertahap, Atlas memang semakin mumpuni. Ia ditujukan untuk membantu operasi penyelamatan dan sebagainya.


Sumber: Detik 

Gelandangan Ini Jago Bikin Aplikasi

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/homelesscoder.jpg

Seorang gelandangan bernama Leo Grand mungkin akan menjadi inspirasi banyak orang. Hidup pria jalanan yang bekerja serabutan ini berubah seketika setelah ditawari belajar coding.

Agustus silam di tahun ini, Leo didatangi seorang pria tak dikenal. Anehnya, seperti dikutip detikINET dari New York Post, Senin (16/12/2013), pria itu tiba-tiba saja menawarkan dua pilihan.

"Saya akan kembali lagi besok dan memberi uang tunai USD 100. Atau saya akan datang lagi besok, memberikan tiga buku Java-Script dan laptop murah," kata pria tersebut yang belakangan diketahui adalah programmer muda bernama Patrick McConlogue. 

"Kemudian saya akan datang satu jam sebelum ke kantor setiap harinya, dan mengajari Anda coding," lanjut Patrick.

Leo rupanya seorang yang punya keinginan kuat mempelajari hal baru. Dia pun memilih tawaran kedua. "Saya bisa saja menerima USD 100 dalam beberapa hari. Tapi dia mengatakan saya boleh memiliki laptop dan mempelajari sesuatu. Saya membayangkan, ini bisa berdampak lebih," ujarnya.

Sesuai janjinya, selanjutnya Patrick setiap hari datang menemui Leo untuk mengajarinya coding. Patrick sendiri adalah orang yang sangat percaya akan pepatah yang mengatakan 'Mengajari orang memancing akan lebih baik ketimbang memberinya ikan setiap hari'. Dia pun menerapkannya pada Leo yang memang menyambut antusias pancingan yang diarahkan padanya.

Namun antusiasme Leo bukan tanpa hambatan. Dia sempat digelandang polisi dan laptopnya yang merupakan pemberian Patrick disita. Syukurlah Leo akhirnya dibebaskan setelah mendapatkan pembelaan.

Yang membanggakan, pekan ini Leo Grand merampungkan aplikasi pertamanya. Trees for Cars, demikian nama aplikasi tersebut sudah mejeng Apple Store dan Google Play Store.

Ini adalah aplikasi carpool yang memperhitungkan jumlah karbondioksida yang bisa dihemat dengan aksi car-pooling. Carpool sendiri berarti sekelompok orang atau driver yang berbagi mobil.

Ini adalah salah satu gerakan hemat energi karena, ketimbang melihat beberapa mobil melaju menuju arah yang sama, lebih baik berbagi dengan menggunakan hanya satu mobil.

Bagi yang menyetir, tempat bertemu dipilih pada aplikasi tersebut. Selanjutnya, aplikasi akan menampilkan daftar para pengendara lain yang terdekat di area tersebut. Pengguna kemudian akan terkoneksi jika mereka memilih orang yang sudah direkomendasikan.

Trees for Cars pun akan melacak berapa banyak karbondioksida yang berhasil diselamatan para penumpang. Diharapkan aplikasi ini akan membantu kota di Amerika Serikat lebih 'hijau'.

Sumber: Detik

Mbah Google Bisa Kuasai Dunia, Tak Percaya?

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/2dalam.jpg


Google tidak hanya berkecimpung di bisnis mesin cari online semata. Malah, ekspansi bisnis mereka yang kian beragam seolah mengindikasikan Google ingin menguasai dunia.

Google yang didirikan duet Sergey Brin dan Larry Page mengawali kerajaan bisnisnya dengan menjadi mesin pencari online yang sampai saat ini paling banyak dikunjungi. Kini, Google juga membuat gadget sampai kacamata pintar.

Memangnya apa alasannya Google terindikasi ingin menguasai dunia? Simak penjabarannya berikut ini yang disarikan dari berbagai sumber.


1. Menguasai Aliran Informasi

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/143940_9.jpg


Google didirikan oleh Sergey Brin dan Larry Page dengan tujuan utama memudahkan orang mencari konten di internet. Cikal bakal Google didirikan pada tahun 1998. 

Sejak berdirinya, Google melesat cepat sebagai mesin cari online terpopuler di dunia. Pangsa pasar mesin cari Google mencapai 70% untuk desktop dan 90% di perangkat mobile.

Artinya, Google menguasai aliran informasi yang diberikan pada sebagian besar pengguna internet. Tidak hanya menguasai aliran informasi, Google juga mengontrol bagaimana orang dapat mengaksesnya.

Yaitu dengan sistem operasi Android yang saat ini menjadi OS terpopuler di dunia. Semua layanan Google banyak diakses melalui perangkat Android. 

Belum lagi keberadaan Google Glass, kacamata yang tersambung internet, yang bukan tidak mungkin akan menjadi gadget favorit di masa depan.

Pendek kata, Google semakin tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia sehari hari. Mbah Google, bisa menyajikan segala informasi yang diperlukan.


2. Menguasai Transportasi Masa Depan

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/144038_1.jpg


Transportasi selalu menjadi isu penting umat manusia. Jadi rasanya bukan kebetulan Google membuat sebuah mobil yang bisa berjalan secara otomatis.

Google Car yang berbasis mobil Toyota Prius ini bisa berjalan sendiri tanpa campur tangan pengemudi. Mobil canggih tersebut dilengkapi layanan Google seperti Google Maps untuk navigasi.

Dalam video demonya, mobil ini bisa berjalan ngebut tanpa menabrak. Ketika digunakan oleh seorang tuna netra, mobil Google dapat mulus mengantarkannya ke tempat tujuan.

Mobil Google ini kabarnya sudah diberikan izin berjalan di jalan umum. Sehingga bukan tidak mungkin suatu saat akan diadopsi secara massal yang sedikit banyak membuat Google akan menguasai sektor transportasi.


3. Menguasai Robotika

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/144133_3.jpg


Di masa depan, peran robot diprediksi semakin penting. Tidak hanya untuk membantu proses produksi di pabrik, namun juga menolong kegiatan manusia sehari hari.

Google tampaknya paham betul dengan potensi bisnis robotika. Sehingga mereka mengakuisisi beberapa perusahaan robot, yang terbaru adalah Boston Dynamics, produsen robot teknologi tinggi.

Belum jelas robot seperti apa yang dikembangkan Google. Mungkin saja suatu saat nanti, robot buatan Google akan banyak digunakan di rumah tangga.

Dan mungkin juga robot tersebut diperlengkapi dengan layanan lengkap Google. Pastinya, Google punya rencana besar terkait akuisisi berbagai perusahaan robot.


4. Teknologi Anti Tua

http://images.detik.com/content/2013/12/16/398/144235_4.jpg


Semua manusia pasti akan menjadi tua dan meninggal. Nah, Google sepertinya ingin memperlambat proses tersebut dengan pendirian sebuah perusahaan baru bernama Calico.

Calico akan melakukan berbagai penelitian dengan tujuan utama memperpanjang umur manusia. Targetnya memperpanjang umur dari 20 sampai 100 tahun.

Lary Page, bos dan pendiri Google, menyatakan Calico akan mencoba menemukan obat untuk melawan penyakit dan memperlambat proses penuaan manusia.

Calico akan dipimpin oleh David Bostein, mantan profesor di Princeton University yang akan menjadi Chief Scientific Officer.

Apakah Google ingin agar manusia hidup lama untuk terus mengakses berbagai layanannya? Kita tunggu saja apakah Google berhasil menemukan obat anti tua dan apa yang akan mereka lakukan dengannya.


Sumber: Detik