Selasa, 18 Desember 2012

Smartphone Murah Pilihan di 2012


Ceruk pasar menengah ke bawah masih cukup menggiurkan bagi para vendor ponsel besar. Tidak heran jika mereka masih setia merilis smartphone dengan harga terjangkau.
Memang masih banyak orang yang mempertimbangkan faktor harga kala membeli sebuah smartphone. Biasanya yang paling diburu adalah handset berharga murah namun fiturnya tidak memalukan.
Smartphone murah berkualitas apa saja yang dipasarkan pada tahun 2012 ini? Berikut di antaranya seperti dihimpun detikINET.



1. Lenovo A60+



Barangkali, Lenovo A60+ adalah salah satu ponsel Android buatan vendor global termurah saat ini. Betapa tidak, di Indonesia banderolnya kurang dari Rp 1 juta.
Apa yang ditawarkannya memang standar. Namun tidak buruk-buruk amat, malah di beberapa sektor sedikit lebih baik dibanding beberapa ponsel sekelasnya.
Prosesornya saja sudah berkekuatan 1 GHz, kamera 2 megapixel, dan mengusung fitur dual SIM. Lumayan bukan?



2. Samsung Galaxy Pocket



Galaxy Pocket tampil dengan mengusung layar sentuh di display selebar 2.8 inch. Sekilas ia cukup ramping dan kompak.
Dari sisi dapur pacu, ia dibekali dengan prosesor berkecepatan 832 Mhz. Fungsi internet milik Galaxy Pocket sudah bisa mengakomodir HSDPA hingga 3.5G, serta sudah dilengkapi kamera 2 megapixel dan internal memori.
Pada awal kemunculannya, Galaxy Pocket dihargai sekitar Rp 1,1 juta. Cocok bagi pengguna smartphone pemula yang tidak ingin merogoh banyak uang untuk sebuah smartphone.



3. LG Optimus L3



LG Optimus L3 coba menawarkan pengalaman sebuah smartphone canggih dalam bodi mungil. Oleh sebab itulah ponsel yang diklaim berdesain ciamik ini punya dibekali dapur pacu lumayan handal.
Layar 3,2 inch yang diusung ponsel ini diklaim sangat ideal untuk 'berwisata' ke jejaring sosial, berjelajah di internet atau membaca email. Dan dengan kapasitas baterai 1500 mAh, Optimus L3 dijanjikan mampu hidup lebih lama.
Ponsel Android ini dibanderol sekitar Rp 1,2 juta. Sudah pasti tidak bikin kantong bolong.



4. Motorola Fire XT530



Namanya bagi beberapa kalangan memang kurang akrab di telinga. Ponsel mungil ini menggunakan ukuran layar sentuh 3,5 inci full tanpa tambahan navigasi fisik apapun. Jadi terkesan lega memang.
Anda penggemar fotografi instan? Cocok dengan kamera dihadirkan di Fire XT530 ini dengan kemampuan 5 megapixel. 
Harga yang ditawarkan cukup terjangkau, hanya Rp 1,3 juta. Lumayan murah dengan fitur yang memadai.



5. Huawei U8655 Ascend Y200



Huawei cukup sering menggelontorkan ponsel berharga terjangkau. Seperti Huawei U8655 Ascend Y200 yang keluar tahun 2012 ini.
Di Indonesia, handset ini dijual di kisaran harga sejutaan. Spesifikasinya sendiri lumayan bagus untuk ponsel sekelasnya.
Seperti prosesor 800 Mhz, kamera 3,2 megapixel, dan layar seluas 3,5 inch dengan resolusi 320 x 480 pixel.



6. Samsung Galaxy Y Duos



Samsung Galaxy Y Duos S6102 merupakan penerus Galaxy Y standar. Versi terbaru Galaxy Y hadir dengan beragam peningkatan fitur, terutama dual on GSM. 
Galaxy Y Duos bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp 1,4 juta. Spesifikasinya terbilang cukup baik dibandingkan ponsel sekelasnya.
Seperti kamera 3,2 megapixel, prosesor 832 Mhz, dual SIM Card GSM dan sistem operasi Android Gingerbread.



7. Sony Xperia Tipo



Tipo sudah memakai Android 4.0 alias Ice Cream Sandwich. Baterainya yang berkekuatan 1.500 mAh juga diklaim awet, dapat bertahan dalam waktu siaga sekitar 24 jam.
Pengguna Tipo juga akan mendapatkan layanan penyimpanan cloud gratis 50 GB, namun hanya sampai akhir tahun 2013.
Spesifikasi lain Tipo di antaranya kamera 3,2 megapixel, prosesor 800 Mhz, layar 3,2 inch resolusi 320 x 480 pixel, storage internal 2,9 GB serta slot micro SD sampai kapasitas 32 GB. Tipo dilepas dengan harga Rp 1,5 jutaan.



8. Samsung Galaxy Mini 2



Galaxy Mini 2 punya bentang layar 3,27 inch HVGA, lebih lebar dari pendahulunya yang 3,14 inch. Resolusi warna juga ditingkatkan menjadi 320x480 pixel. Setidaknya lebih cerah ketimbang Galaxy Mini versi pertama.
Dapur pacu Galaxy Mini 2 mengandalkan prosesor 800 MHz dan RAM 512MB. Spesifikasi lainnya meliputi kamera 3 megapixel, memori internal 4GB, HSDPA 7,2MBps, Wi Fi, GPS, Bluetooth, NFC (optional) dan baterai 1.300 mAh.
Galaxy Mini 2 yang memakai OS Android Gingerbread ini dibanderol di kisaran Rp 1,6 juta.



9. ZTE Skate



Dengan mengandalkan layar lebar dan harga lumayan terjangkau, ZTE Skate cukup memikat. ZTE Skate dijual di Indonesia dengan harga awal Rp 1,9 juta.
Spesifikasi lainnya seperti prosesor 800 MHz, RAM 512 MB kamera 5 megapixel autofokus dengan LED Flash, slot microSD, A GPS,dan baterai 1.400 mAh.
Konektivitasnya lengkap termasuk HSDPA, HSUPA dan Wi Fi. Sedangkan sistem operasinya masih Android Gingerbread.



10. BlackBerry 9220



Curve 9220 memang lebih baik spesifikasinya dari Gemini, namun tetap menduduki kasta rendah dalam deretan handset baru BlackBerry. Menilik dari tampilan luarnya, handset ini terbuat dari plastik, sama seperti Gemini
Layarnya berukuran 2,4 inch dengan resolusi 320x240. Curve 9220 juga memiliki optical trackpad, kamera 2 megapixel, RAM 512MB serta Wi Fi. 
Dengan harga Rp 2 juta ponsel ini dipasarkan khususnya menyasar segmen anak muda.  Anak muda sengaja dipilih jadi target market RIM mengingat pasarnya yang besar dan tingginya aktivitas mereka di BlackBerry Messenger 



11. Sony Xperia Miro



Xperia Miro hadir dalam desain khas Sony. Ia datang dengan berbagai fitur musik seperti teknologi audio Xloud yang diklaim membuat suara musik lebih nyaring.
Juga ada fitur khas dari Sony, TrackID untuk mengidentifikasi lagu. Kemudian, aplikasi Facebook di dalamnya terintegrasi dengan pemutar musik Xperia Miro.
Spesifikasinya khas handset kelas menengah. Seperti prosesor 800 Mhz, kamera 5 megapixel, kamera depan, baterai 1500 mAh, memori internal 4GB, slot microSD, DLNA, dan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich. Miro bisa didapat dengan banderol Rp 2 juta.



12. Nokia Lumia 510



Lumia 510 adalah salah satu ponsel Windows Phone terbaru Nokia. Handset ini adalah Windows Phone termurah buatan vendor asal Finlandia tersebut.
Ya, dengan harga di kisaran USD 200 atau sekitar Rp 1,9 juta, Lumia 510 berstatus paling murah di antara keluarga Lumia. Handset ini sudah dipasarkan di beberapa wilayah, misalnya India.
Handset ini menyandang layar 4 inch resolusi 800 x 480 pixel. Sedangkan dapur pacunya didayai oleh prosesor 800 MHz. Spesifikasi kunci lain meliputi kamera 5 megapixel, RAM 256MB, dan memori internal 4GB. Lumia 510 masih memakai sistem operasi Windows Phone 7.5.


Sumber: Detik

Twenty Four, Game Matematika Asyik Bikinan Anak Binus


Bergabung di Windows 8 Developer Conference adalah kesempatan yang menyenangkan bagi Vito Budiman dan rekan-rekannya. Diakuinya, ajang ini membantu setiap ide yang muncul untuk diwujudkan dalam sebuah karya aplikasi. Salah satunya, aplikasi game bernama Twenty Four. 

Twenty Four adalah permainan matematika sederhana yang mengasyikkan. Dengan angka-angka yang disediakan, pemain harus melakukan operasi matematika yang menghasilkan angka '24'. Itu sebabnya, game ini dinamakan Twenty Four. 

"Download-nya sekarang sudah tembus 2.600. Twenty Four ada di urutan 121 Windows Store worldwide. Kalau di Indonesia salah satu top 5," kata Vito mewakili rekan-rekannya. 

Lebih menyenangkan lagi, dikatakannya Vito, average usage per hari setiap aplikasi di Windows Store adalah setengah menit. Sementara game yang dikembangkannya, memiliki average usage 13 menit per hari.

"Senang banget, ini 26 kali lebih lama dibandingkan game lain di kategori yang sama," kata Vito sumringah. 

Tergabung dalam tim bernama Crying Onion, bersama empat teman lainnya, Falin Chrisna, Eric Wishnu Saputra, Michelle Sherrina dan Shan Markus Susanto, Vito tak hanya membuat game Twenty Four. Saat ini baru ada lima aplikasi yang mereka buat.

"Dua diantaranya branded app yang dijual ke Unilever. Ke depannya, kita juga mau buat aplikasi ini terhubung ke jejaring sosial," ujar Vito. 

Awalnya, membuat aplikasi bagi tim Crying Onion hanyalah iseng-iseng dan menyalurkan hobi. Namun mereka kemudian menemukan keasyikan tersendiri. Diakui mereka, hal paling menyenangkan dalam membuat aplikasi adalah ketika mengetahui karya mereka disukai banyak orang. 

"Rasanya jadi tambah semangat. Tahu ada ribuan orang yang download aplikasi kita itu rasanya tak tergantikan," kata Falin Chrisna, anggota tim Crying Onion lainnya. 

Ditambahkan Vito, acara seperti Windows 8 Developer Conference memberinya kesempatan untuk mendapatkan pengalaman berharga. Antara lain, mendapatkan bimbingan membuat dan memasarkan aplikasi. Mereka juga berkesempatan berjualan aplikasi mereka ke pasar internasional. 

Twenty Four adalah salah satu game yang terpilih di peringkat tiga terbaik ajang Windows 8 Developer Conference yang diadakan Microsoft bekerjasama dengan Binus University, Selasa (18/12/2012). 

Selain Twenty Four buatan Crying Onion, ada pula Maru Toy Catch, yang dibuat tim Gloomy Onion dan Michiko buatan tim RTRD yang menempati urutan 'Top 3'Windows 8 Developer Conference. 

Maru Toy adalah permainan yang mengajak pemain mendapatkan boneka dari mesin boneka. Sementara Michiko, adalah aplikasi yang membantu pengguna belajar cara menulis huruf Jepang.

Sumber: Detik

Rabu, 12 Desember 2012

iPhone 5S Bakal Meluncur Juni 2013 dengan Layar Super HD & 8 Pilihan Warna?


Baru saja iPhone 5 masuk Indonesia di bulan Desember 2012 ini, kami memperoleh info kalau iPhone 5S bakal meluncur sekitar Juni dan Juli tahun 2013 dengan beberapa fitur yang lebih baik seperti layar super HD, NFC, batere lebih tahan lama, serta 6-8 pilihan warna di mana biasanya iPhone hanya hadir dalam warna hitam atau putih.


Lalu infonya jenis layar merupakan layr IGZO dengan resolusi Retina+,  sedangkan kapasitas penyimpanan sampai 128GB. Bocoran info ini diperoleh dari Peter Misek, Jefferies analyst.Bahkan menurut dia sudah ada beberapa prototipe iPhone 6 yang muncul di mana salah satunya memiliki layar 4.8 inci dengan layar Retina+ IGZO, prosesor A7 quad core dan bentuk baru tanpa tombol home.
Apabila hal ini memang terjadi, maka Apple keluar dari tradisi dan memiliki strategi baru dengan meluncurkan ponsel baru lebih dari 1 kali dalam setahun.


Sumber: BeritaTeknologi

Jumat, 07 Desember 2012

9 Koleksi Permainan Video Games Klasik Paling Langka dan Mahal


Permainan video games telah lama menjadi populer dan memiliki banyak penggemar dari seluruh dunia. Permainan ini sudah ada sejak tahun 70an. Atari, Neo Geo, Nintendo adalah beberapa nama produsen video games yang tidak asing lagi bagi para penggemar video games. Di era 80 an Nintendo mengeluarkan konsol game mereka yang bernama Nintendo Entertainment System (NES). NES telah banyak membawa banyak perubahan di industri video games dan merupakan konsol game paling laris saat itu. Sejak era NES banyak bermunculan koleksi video game dan memiliki banyak penggemar fanatik. Dari sekian banyak koleksi video game, beberapa koleksi merupakan edisi khusus dan tidak diproduksi secara masal. Koleksi-koleksi inilah yang sekarang banyak dicari oleh para penggemar video games dan memiliki nilai sangat tinggi, bahkan lebih tinggi daripada koleksi game baru yang ada saat ini.

Nintendo Entertainment System (NES)


NES Console Set

1. Stadium Events (1987)
Nintendo Stadium Events
Kisaran Harga: $13.000-$41.300
Stadium Events dirilis oleh Bandai pada tahun 1987, merupakan salah satu dari beberapa video games yang dibuat khusus untuk perusahaan Family Fun Fitness. Pada tahun 1988, Nintendo membeli hak cipta video games ini dan kemudian merilis ulang dengan nama World Class Track Meet. Untuk menghindari kebingungan konsumen, Nintendo menarik semua produk Stadium Events. Akan tetapi, sebelum semua produk berhasil ditarik diperkirakan sekitar 200 copy Stadium Events sudah laku terjual. Para kolektor percaya, sekitar 10-20 copy Stadium Events masih dalam kondisi lengkap.
Pada bulan Januari 2010, game Stadium Events dengan kondisi lengkap berhasil terjual melalui situs lelang ebay dengan harga $41.300! Yang lebih mengherankan lagi, pada bulan Februari 2011 game Stadium Events pernah ditawarkan di ebay dengan harga $500.000 atau sekitar 4,7 Milyar Rupiah!

2. Nintendo World Championships, Gray and Gold Edition (1990)
Nintendo World Championship Cartridge
Kisaran Harga: $4.000-$6100 (edisi abu-abu) dan $15.000 – $21.000 (edisi emas)
Pada tahun 1990, Nintendo mengadakan kompetisi video games di 30 kota untuk mencari pemain terbaik. Para peserta harus meraih skor tertinggi untuk 3 permainan video games (versi demo) Super Mario Bross, Rad Racer dan Tetris. Pemenang di tentukan dari skor tertinggi dalam waktu 6 menit.
Pada akhir turnamen, tiga pemenang dari masing-masing kelompok usia diberikan cartridge khusus dengan warna abu-abu. Hal ini berarti hanya ada 90 cartridge yang dibagikan. Edisi emas diberikan kepada para pemenang kontes Nintendo Power magazine. Hanya terdapat 26 edisi emas yang diproduksi. Edisi emas lebih sulit untuk dicari dan memiliki harga yang lebih tinggi daripada edisi abu-abu.

3. Nintendo Campus Challenge
Nintendo Campus Challange Cartridge
Kisaran Harga: $14.000-$20.100
Pada awal tahun 1990, Nintendo mengadakan kompetisi video games di kampus-kampus, seperti kejuaraan Nintendo World Championship, para peserta memiliki waktu 6 menit untuk bermain dan meraih skor tertinggi. Game yang dipertandingkan (versi demo) adalah Super Mario Bross 3, PinBot dan Dr. Mario.
Sebagian besar copy game telah dihancurkan setelah kejuaraan berakhir, akan tetapi salah satu karyawan Nintendo menyimpan beberapa game dan menjualnya kepada seorang pria bernama Rob Walters pada acara Garage Sale di tahun 2006. Rob membeli beberapa permainan video games ini dengan harga $1.000. Kemudian Rob Walters menjualnya kembali semuanya dengan harga $50.000. Salah satu dari game yang terjual adalah Nintendo Campus Challange. Tidak lama kemudian, game ini muncul di situs lelang ebay dan berhasil terjual seharga $20.100.

ATARI 2600

Atari 2600

4. Atlantis II
Atlantis 2600 Cartridge
Kisaran Harga: $5.000-$6.000
Atlantis adalah game yang cukup populer pada tahun 1982. Game ini mirip dengan Missile Command, para pemain berusaha untuk melindungi markas dari serangan kapal musuh. Pembuat game mengadakan kejuaraan yang dinamakan Destination Atlantis, dimana para pemain diundang untuk mengirimkan foto screen tv skor mereka. Para pemain dengan skor tertinggi akan diberikan game Atlantis II, edisi khusus dengan tingkat kesulitan yang lebih tinggi.
Karena versi ini tidak diproduksi secara masal, game ini menjadi langka saat ini. Cover cartridge game Atlantis II hampir mirip dengan cover game Atlantis II, perbedaannya hanya pada sticker kecil yang menempel di bagian depan. Sticker pada cover game Atlantis II sangat mudah untuk mengelupas. Game dengan sticker yang masih utuh sekarang bernilai $6.000, sedangkan game tanpa sticker hanya berniali $3.

5. Air Raid
Air Raid Cartridge
Kisaran Harga $1.000-$3.000
Air Raid masih menjadi pertanyaan bagi penggemar game Atari. Beberapa mengatakan game ini adalah satu-satunya game yang diproduksi oleh perusahaan bernama “Menavision”. Yang menjadi pertanyaan, tidak ada yang dapat mengkonfirmasi bahwa “Air Raid” adalah judul asli game ini, bahkan pada cartridge tidak ada label yang menunjukkan nama game ini. Nama diberikan hanya berdasarkan gameplay, mirip dengan Atlantis dan Missile Command. Cartridge aneh ini muncul di tahun 1984 dengan casing berwarna biru cerah dan memiliki bentuk “T Handle”, bentuk yang tidak biasa untuk cartridge game Atari. Sementara beberapa copy game telah terjual, tidak ada satupun dari pemilik yang berkata bahwa mereka adalah pemilik asli. Para penggemar game Atari meyakini hanya ada 12 copy game Air Raid saat ini,  membuatnya menjadi salah satu game yang harus dimiliki para kolektor game Atari.

6. Star Wars Ewok Adventure
Star Wars Ewok Adventure Cartridge
Harga $1.680
Game ini muncul pertamakali di sebuah katalog iklan yang dibuat oleh Parker Brothers, dengan nama Revenge of Jedi: Game I, akan tetapi lebih dikenal dengan nama Ewok Adventure. Game ini menjadi terkenal karena belum pernah sama sekali dijual umum. Game ini akhirnya tidak dipasarkan oleh Parker Brothers, karena merasa kontrol pada game terlalu sulit, bahkan untuk sekelas pemain master. Karena alasan ini, game tidak pernah diproduksi. Desainer game Larry Gelberg memberikan satu-satunya prototipe game kepada temannya, yang kemudian dijual dengan harga $1.680.

NEO GEO

Neo Geo Console Set

7. Kizuna Encounter
Kizuna Encounter Cartridge
Kisaran Harga: $12.000-$13.500
Salah satu game terkenal di kalangan penggemar fanatik Neo Geo adalah versi tertentu Kizuna Encounter. Dibuat di tahun 1996, merupakan game pertarungan yang mirip dengan game Mortal Kombat atau Street Fighter. Game ini sendiri mendapatkan review yang bagus, akan tetapi hanya diproduksi dalam jumlah yang kecil. Untuk versi Eropa yang hanya diproduksi sebanyak 15 copy dan benilai paling tinggi. Versi Jepang adalah versi yang paling populer dan mirip dengan versi Eropa, hanya berbeda pada kemasan dijual dengan harga sekitar $50.

8. Ultimate 11 (Super Sidekicks 4)
Ultimate11 Cartridge
Kisaran Harga: $8.000-$10.000
Ultimate 11 adalah game terakhir dari seri game Super Sidekicks, sebuah game populer yang telah banyak terjual. Ultimate 11 tidak diproduksi dengan jumlah yang besar karena alasan tertentu, dan diperkirakan hanya ada 10 copy game yang masih ada saat ini dan menjadi buruan para kolektor game Neo Geo. Pada tahun 2009, game Ultimate 11 dan Kizuna Encounter terjual melalui forum neo-geo.com dengan harga $55.000. Pemilik sebelumnya mendapatkan game ini sekitar 10 tahun yang lalu, dengan harga $500 untuk Kizuna Encounter dan $400 untuk Ultimate 11. Pemilik baru mengatakan tidak akan menjual keduanya, bahkan pernah ada yang menawar dengan harga $100.000.

9. Metal Slug 
Metal Slug 3 Cartridge
Kisaran Harga: $2.000-$2.850
Game Metal Slug Pertamakali dirilis pada tahun 1996, dan telah menjadi waralaba yang sangat populer dengan tujuh level pertandingan dalam setiap seri. Game ini juga dibuat untuk beberapa jenis konsol yang berbeda, akan tetapi versi asli dari game ini cukup sulit didapatkan karena diproduksi secara terbatas. Meskipun game ini dapat dimainkan di konsol yang lain, akan tetapi para penggemar fanatik rela membayar dengan harga yang lebih tinggi demi mendapatkan versi asli Metal Slug.

Sumber: MobGenic

Archos GamePad Tablet Gaming Android dengan Tombol dan Bentuk Khusus Main Game Sudah Dipasarkan


Archos GamePad memang pernah kami dengar sebelumnya dan kali ini Archos telah mengumumkan ketersediaan produk ini yang mengkombinasikan tablet Android dengan input fisik dari perangkat konsol game pada umumnya. Datang dengan OS Android Jelly bean terbaru dan akses penuh ke Google Play Store maka dengan perangkat ini kita bisa memiliki banyak pilihan game dari Play Store juga.
Tablet Gaming ini sudah dipasarkan di Eropa dengan harga 150 Euro atau sekitar 1.8 juta rupiah dan akan dipasarkan di Amerika pada kuarter pertama 2013.



Spesifikasi tablet ini tergolong standar tapi memadai untuk main game, di mana layarnya berukuran 7 inci, resolusi hanya 1024x600px serta prosesor 1.5 Ghz Dual Core dengan GPU quad core Mali 400 di mana GPU ini sama dengan yang digunakan oleh Galaxy S3.
Untuk kapasitas penyimpanan sudah ada 8 Gb dengan micro SD yang bisa diekspansi sampai 64 GB.
Yang paling membedakan dengan tablet biasa adalah adanya tombol fisik berjumlah 14 buah dan dual analog thumb stick lalu adanya software mapping yang memungkinkan game-game diatur settingnya untuk dapat dimainkan dengan tombol fisik dari GamePad.


Selain itu Archos pun menyediakan aplikasi Archos Media Center yang menyediakan video dan musik. Yang lebih oke lagi kita bisa memainkan game Nintendo N64 seperti Super Mario 64, Wave Race, Wipeout 64, Diddy Kong Racing dengan emulator.  Untuk menghubungkan dengan TV atau layar lain ada juga port Mini-HDMI di tablet ini.
Berikut ini video hands-on Archos GamePad:


Sumber: BeritaTeknologi

Robot Transformer Autobot Menjadi Kenyataan!


Anda penyuka film Robot Transformer yang menampilkan robot-robot dari planet lain yang bisa bertransformasi menjadi mobil, truk atau bahkan pesawat? Memang benar kalau apa yang bisa diimajinasikan manusia seringkali menjadi kenyataan seiring perjalanan waktu.


Teknologi robotik yang makin maju memungkinkan pengembangan proses transformasi dari robot menjadi mobil dan sebaliknya dapat dilakukan dalamn skala kecil oleh BRAVE ROBOTICS dari Jepang.
Anda bisa melihat tampilan foto robot dan mobil berikut ini yang merupakan “robot” yang sama namun memiliki kemampuan bertransformasi antara satu bentuk ke bentuk lain.


Orang di balik robot mini canggih ini adalah Kenji Ishida yang hobi robot telah berhasil melakukannya setelah usahanya selama 10 tahun di mana dari awalnya dia memulai dari transformasi kaki robot saja dari tahun 2002.
Dan dia belum berhenti sampai di sini, dia memiliki misi membuat robot berukuran sepenuhnya yang bisa bertransformasi menjadi mobil yang bisa dikendarain dengan artificiel intelligence pada tahun 2030.
Apabila Anda tertarik, bisa membeli robot ini dengan harga 24000 USD di mana robot ini memiliki ukuran 1/12 dibanding ukuran sebenarnya. Robot ini dibuat dengan printer 3D dan menggunakan batere lithium polymer. Dan jangan tunda untuk membeli karena Kenji Ishida hanya akan membuat 10 robot versi 7.1 ini.
Yang lebih menarik dari robot ini, adalah kemampuannya menembakkan “misil” mainan serta adanya kamera yang terkoneksi dengan Wifi pada bagian depan mobil atau muka robot.
Supaya tidak penasaran, silakan lihat video saat robot ini beraksi menjadi mobil dan sebaliknya serta saat robot ini menembakkan peluru dari tangannya. Bahkan kita bisa melihat video dari kamera yang terpasang pada robot autobot ini.


Sumber: BeritaTeknologi

Kamis, 06 Desember 2012

16 Alat Musik Tradisional Di Apple Store



Dhani Irfansyah cuma punya dua modal penting dalam hidupnya: Kemauan keras untuk belajar dan kecintaan yang luhur pada kesenian tradisional. Maka, dari tangannya lahir 16 aplikasi alat musik tradisional Sunda yang sudah diunduh ribuan orang di Apple Store.
Guru Biologi, Kesenian, dan Komputer di sekolah RI di Tokyo, Jepang ini adalah 1 dari 5 penerima penghargaan Anugerah Inovasi Jawa Barat (AIJB) 2012 kategori individu bidang seni dan budaya.
Dia menyabet gelar karena menciptakan perangkat lunak aplikasi alat seni budaya Sunda, seperti angklung, karinding, dan kacapi yang bisa dimainkan di iPad, iPod touch serta iPhone untuk memopulerkan budaya Sunda ke dunia internasional.
Gelar tersebut membuat banyak orang menoleh kepada Irfan. Namanya lebih dulu harum di luar negeri ketimbang di tanah kelahirannya sendiri, Jawa Barat. “Saya lebih banyak diwawancara media luar ketimbang media lokal,” kata lelaki berusia 33 tahun ini kepada Bisnis.
Hampir 8 tahun tinggal di Tokyo, Jepang dan hidup mapan, Dhani lalu tergerak untuk memperkenalkan alat musik tradisional Sunda pada murid-murid SMP dan SMA. “Awalnya, ide membuat aplikasi-aplikasi itu berasal dari pertanyaan satu orang murid.
“Pak, bagaimana bunyi alat musik tifa?  Saya bingung menjawabnya, oh seperti kendang. Tapi karena tidak ada alatnya, saya sulit untuk menggambarkannya,” katanya. Tifa adalah alat musik dari Maluku yang mirip Kendang.
Pertanyaan itu mencambuknya. dIa memutar otak, membuka literatur dan mencari-cari jawaban dari Google.
Ide pun datang, harus ada aplikasi alat musik yang bisa diinstal dan dimainkan dalam gadget Apple. Kenapa harus Apple? “Karena di luar negeri itu banyak yang memakai produk-produk apple, banyak siswa saya juga pakai apple,” katanya.
Maka dibangunlah proyek aplikasi pertama ‘Kendang 1.1’ agar dalam proses belajar mengajar terjadi interaksi yang lebih guyub dengan para murid.
Pada 2009, di Tokyo dengan alat musik yang ada di sana, mula-mula merekam suara kendang asli. “Aplikasi yang saya buat suaranya harus asli, kalau kendang, ya kendang asli,” katanya. Lantas dia menggurat desain aplikasi, grafis hingga menjadi programer.
Setelah rampung, aplikasi itu diperkenalkan kepada murid-muridnya dan mendapat sambutan  antusias. Pada Apple akhirnya Dhani menemukan jalan memperkenalkan alat musik ini untuk dunia luar.
Lewat Masagi Studio yang digagasnya, Dia mendaftarkan aplikasinya pada brand yang didirikan almarhum Steve Jobs tersebut .
Dalam dua minggu App Store menyetujui untuk memajang aplikasi tersebut secara gratis. “Kendang dalam 6 bulan terakhir sudah diunduh 27.000 pengunduh. Aplikasi lain juga rata-rata diunduh sebanyak itu,” katanya.
Menurutnya kebanyakan yang mengunduh aplikasi ini berasal dari Amerika, Belanda dan Jepang.
Sukses dengan Kendang, Dhani bergairah untuk kembali membuat aplikasi musik tradisional lain seperti kecapi, karinding, genteng tarawangsa, angklung, celempung, calung, gamelan Jawa.
Alat musik dari Sumatra Barat seperti talempong dan kolintang pun dibuatkan aplikasinya. “Total sudah ada 16 aplikasi yang sudah saya buat, ada 10 aplikasi lain yang tengah dikembangkan,” ujarnya.
Semua aplikasi ini bisa diunduh gratis para pengguna Apple seluruh dunia. “Cuma satu yang tidak gratis, iAngklung, karena setiap tahun saya harus kontrak dan bayar ke Apple, harapan saya dengan ada yang beli bisa menutupi [biaya] itu semua,” katanya.
Dhani ingin agar iAngklung yang menjadi kebanggaan warga Jabar langgeng di App Store. iAngklung sendiri adalah aplikasi yang termasuk paling sulit saat pertama kali dibangun.
Dia harus membuat kalkulator angklung dan menentukan nada-nada partitur angklung agar bisa dimainkan serempak.
Dhani lantas mempraktikan aplikasi iAngklung. Mengeluarkan iPad dari tas selendangnya, membuka aplikasi lalu menggoyangkan iPad-nya. Gambar angklung di layar iPad-nya bergerak alami sembari mengeluarkan suara angklung asli.
Dia juga menunjukan aplikasi angklung yang dibuat untuk anak-anak sekolah dasar belajar. Dengan menekan angka-angka yang menunjukan nada lagu do-re-mi, maka angklung di layar iPad berbunyi sesuai dengan tombol yang disentuh.
Ini ‘Sarinandelite’, aplikasi terakhir angklung satu oktaf yang bakal segera diluncurkan. “Ini sama dengan main organ, panjang pendeknya nada tergantung kita mijit. Anak-anak kecil senang sampai dewasa,” jelasnya.
iAngklung yang dibuat pada 2010 itu, dijual sekali unduh seharga Rp8.500 untuk selamanya. “Kalau di Jepang 85 yen,” katanya.
Dhani mengaku pemasukan sebagai developer untuk satu aplikasi ini terbilang kecil, namun, menurutnya, hal tersebut bukan persoalan terpenting adalah pengenalan budaya kepada dunia internasional.
Agar para pengunduh mengenal bahwa alat musik tradisional tersebut berasal dari Indonesia, Dhani juga membubuhkan profil dan sejarah alat tersebut dalam aplikasi. “Apa itu angklung, berasal dari daerah mana,” katanya.
Saat ini aplikasi musik ini sudah dipakai di St Louis Amerika, Australia dan Universitas Tokyo sebagai bahan ajar. Menurutnya aplikasi tersebut dipakai di kelas sebagai bahan simulasi sebelum para siswa atau mahasiswa terjun ke alat musik yang asli.
***
Pertanyaan selanjutnya adalah darimana seorang guru biologi dan kesenian memiliki skill mumpuni dalam bidang pengembangan software? Dhani, lelaki tinggi kurus itu tertawa ketika diajak mengingat darimana kemampuan itu. “Saya baru mengenal komputer 2004,” kata lulusan Biologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) angkatan 2007 ini.
Komputer bagi penduduk tempat tinggalnya di Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat tahun itu masih jadi barang langka. Perangkat ciptaan ilmuwan Charles Babbage itu menurutnya barang mewah. Bahkan dia ingat, selama kuliah untuk mengerjakan tugas pun masih memakai mesin tik.
Namun perkenalannya dengan komputer tak sia-sia. 2004, usai lulus sarjana, dia melamar ke Diknas bekerja ke Jepang untuk mengajar. Di Tokyo, Dhani makin larut dan belajar banyak mendalami dunia komputer dari programming, web desain, hingga developer.
Ilmu komputer ini bersinergi dengan darah seni yang mengalir di tubuhnya. Sang ayah, Achmad Dradjat, adalah seorang pemain kecapi yang juga pernah menjadi guru dan kepala sekolah SD di daerah Cikalong Wetan.
Sementara ibunya, Komalasari, penggiat seni penca. Saat kuliah di UPI, Dhani juga aktif di unit Kabumi yaitu sanggar seni Sunda.
Meskipun sudah terbiasa, Dhani mengaku membuat aplikasi bukanlah persoalan mudah, rata-rata untuk satu aplikasi  membutuhkan waktu dua bulan. Paling klasik adalah minimnya alat musik tradisional Sunda yang ada di Jepang.
Padahal suara asli alat musik tersebut diperlukannya agar aplikasi terdengar nyata. “Kalau alat musik yang tidak ada seperti celempung, karinding saya harus menyempatkan waktu pulang, take suaranya,” katanya.
Jika sulit menyempatkan waktu untuk mengambil suara alat music tradisonal, solusinya meminta bantuan sejumlah rekan untuk merekam.
Proses riset dan wawancara ahli atau pelaku juga dilakukan ketika aplikasi itu tengah dibangun. Dengan begini, Dhani mengaku hendak meminimalisasi kesalahan dalam pembuatan aplikasi dalam urusan nada hingga informasi soal sejarah alat musik tradisional. “Saya takut salah, beruntung banyak yang dimintai bantuan ikhlas,” katanya sambil tertawa.
Dhani sadar upaya melestarikan budaya lewat aplikasi ini belum mendatangkan benefit besar. Bahkan, hadiah Rp100 juta yang didapat dari AIJB 2012, rencananya akan dibagi kepada sejumlah seniman yang membantu membangun aplikasi, dan akan menjadi modal untuk memperbanyak aplikasi musik tradisional. “Masih banyak yang harus saya bikin, sekarang baru 16,” tuturnya.
Melalui Masagi Studio yang dibangun bersama beberapa rekannya, Dhani mengembangkan lini usaha lain seperti pembuatan desain logo sampai pembuatan animasi dan film. Pada 2011 lalu misalnya, bersama sejumlah animator, Dhani membuat film serial si Unyil berjudul “Ayam Pak Raden” sampai video klip.
Film si Unyil direncanakan sejak awal 2008. “Waktu yang saya siapkan cukup lama sampai akhirnya pada awal 2011 bisa kita saksikan bersama-sama,” katanya. Film Serial Boneka Si Unyil, baginya adalah warisan budaya Indonesia yang harus dilestarikan keberadaannya.
Dhani percaya, anak bangsa yang bisa membuat aplikasi seperti dirinya tak sedikit. “Saya sarankan pada developer Indonesia, ayolah buat konten lokal Indonesia, ini tak kalah pentingnya. Bisa bersaing, karena di luar yang laku itu konten [tradisional] seperti ini,” katanya.
Batik hingga karapan sapi, menurutnya bisa dibuat aplikasi. Saat ini Masagi sendiri tengah menggarap aplikasi game adu domba untuk dijual ke App Store. “Bagaimanapun bentuknya bagi saya tetap, harus bawa nama  Jawa Barat,” katanya.
Menurutnya jika diseriusi atau membuat aplikasi berbayar, developer bisa mendapat untung yang cukup menjamin.
Bapak satu orang putri ini sendiri masih menyimpan obsesi pengembangan aplikasi musik tradisional khususnya sunda. Ia berencana membuat direktori dan peta interaktif tentang alat musik tradisional sunda dan tentu beserta aplikasinya.
“Di Sunda sendiri ada 200 alat musik tradisional, kalau ada kesempatan saya akan terus mengembangkan menjadi aplikasi. Ini cara mudah untuk mengenalkan ke warga dunia,” tuturnya. Pada upaya dan kesungguhan Dhany, kita semua belajar banyak dan tak usah malu-malu turut bangga. (K57)

Sumber: Bisnis Jabar