Sabtu, 05 April 2014

Tip Membuat Penyimpanan iPhone Kembali Lega



Mungkin tidak terbersit dalam benak Anda untuk menghabiskan penyimpanan sebesar 32 atau 64 gigabyte ketika Anda hendak membeli sebuah iPhone, sehingga Anda memilih untuk membeli iPhone lebih murah dengan kapasitas penyimpanan yang lebih kecil.

Itu adalah kerangka berpikir yang salah. Anda baru akan menyadari kesalahan saat Anda tidak lagi bisa mengambil foto atau merekam video karena daya tampung di ponsel Anda terlanjur penuh. Hal itu tentunya membuat Anda frustrasi sampai akhirnya Anda terpaksa menghapus sejumlah data demi membuat ruang kosong baru.

Tapi data yang mana? Anda tentunya tahu bahwa data yang paling memakan banyak ruang di ponsel adalah file video. Meski demikian, menghapus satu data download film atau acara TV belum tentu menyelesaikan masalah storage dengan instan begitu saja, Anda juga juga perlu menghapus data aplikasi, foto, dan musik untuk menambah kapasitas ruang storage.

Beruntungnya, iOS 7 memberikan kemudahan untuk mengetahui data apa yang saja yang banyak memakan ruang, serta menyuguhkan cara yang lebih praktis untuk menghapus data.




Anda cukup memulainya  dari sini: Buka Settings, kemudian pilih General, lalu Usage, dan kemudian Manage Storage.



 


Daftar yang ada pada layar memperlihatkan data apa saja yang paling banyak memakan ruang storage. Dengan memijit tanda > di bagian tepi kanan, Anda bisa melihat detailnya, dan, dalam banyak kasus, langsung menghapus data.


Menghapus film dan acara TV

Pilih Video untuk melihat daftar seperti yang ditunjukkan gambar di bagian kiri:





Di situ terlihat semua data acara TV, film, dan podcasts yang Anda beli atau unduh. Pilih Edit untuk mendapatkan tanda delete merah persis di samping nama data yang ada di sana (lihat foto kanan atas), sehingga Anda bisa menghapus data tak terpakai untuk memberi ruang kosong lebih.


Foto dan kamera

Daftar ini menunjukkan seberapa banyak ruang yang dihabiskan oleh video dan foto, namun, sayangnya, Anda tidak diberikan akses untuk menghapusnya satu-satu. Untuk menghapus foto-foto Anda, metode tercepat adalah dengan memindahkannya ke iTunes, import foto-foto tersebut, dan pilih opsi lanjutan untuk menghapus foto-foto yang baru saja dipindah dari ponsel.

Cara lainnya adalah dengan mematikan Photo Stream untuk mengembalikan kapasitas daya tampung Anda. (Masuk Setting, pilih iCloud, dan matikan Photos)

Aplikasi

Daftar Usage menyajikan deretan aplikasi dengan urutan dari data yang paling besar. Terdapat pilihan Delete App di setiap aplikasi.



 


Hapus data lainnya

Tidak semua data yang ditampilkan di daftar Usage bisa dihapus.

Tahukah Anda maksud dari grafik berwarna pada ponsel Anda yang muncul di iTunes?






Seringkali, data yang paling banyak memakan ruang justru berasal dari kategori Other. Data apakah itu? Itu adalah cache (data Internet yang tersimpat dalam ponsel untuk melakukan kunjungan ulang lebih cepat), backup, partial download, dan data dari aplikasi built-in iOS 7 seperti pesan teks dan email, misalnya.

Berikut adalah cara untuk menghapus semua itu:

Hapus web browser cache. Ponsel menyimpan halaman web ke dalam memorinya sehingga Anda bisa mengunjungi situs yang sama dengan lebih cepat pada kesempatan yang berbeda. Jika Anda sudah cukup sering menggunakan iPhone, data-data cache itu tentunya memakan cukup banyak ruang. Buka Setting, pilih Safari, pilih Clear History dan Clear Cookies and Data. Anda mungkin bisa mendapat kecepatan akses lebih setelah menghapusnya.

Hapus pesan teks. Pada aplikasi Message, Anda bisa menghapus teks satu-satu atau seluruh percakapan; karena seringkali pesan-pesan tersebut disertai foto, audio, atau video, Anda bisa menyelamatkan banyak ruang penyimpanan data.

Hapus lampiran email. Data-data yang diunduh dengan menggunakan email tentunya memakan banyak ruang. Solusinya adalah dengan menghapus akun email tersebut (buka Setting, kemudian pilih Mail, Contacts, Calendar, dan kemudian nama akun; dan pilih Delete Account) lalu Anda tinggal membuatnya lagi. Pastikan Anda hafal dengan password email sendiri sebelum melakukan ini!

Dengan proses tersebut, Anda akan memusnahkan semua lampiran file dan pesan cache yang pernah Anda buka dan download di ponsel Anda. Ketika Anda kembali membuat akun, data-data tersebut masih tersedia seccara online, siap untuk didownload -tapi hanya ketika Anda membutuhkannya.

Hapus voice memo, file musik, dan ebook. File audio dan iBook juga cukup memakan banyak ruang. Pertimbangkan untuk menghapus rekaman, buku, dan lagu-lagu yang ada dalam aplikasi Voices Memo, iBook, dan Music.


Sumber: Yahoo

Tak Hanya Digunakan untuk Bermain Game, Headset Virtual Reality bakal Bisa Dipakai untuk Menyaksikan Film

Teknologi virtual reality dipercaya bakal menjadi platform di masa depan, hal inilah yang diungkapkan oleh Mark Zuckerberg pada saat mengakusisi Oculus VR. Dan tidak mengherankan kalau teknologi tersebut pun bakal digunakan di berbagai jenis aktivitas. Termasuk adalah menonton film.

oculus rift

Saat ini, beberapa perusahaan pun berusaha untuk mewujudkan hal tersebut. Salah satunya adalah perusahaan bernama Jaunt yang telah menggalang dana dari para investor. Mereka pun tengah mengembangkan teknologi yang dibutuhkan untuk shooting film secara kompleks yang akan dipakai untuk perangkat headset virtual reality.
CTO Jaunt, Arthur van Hoff mengatakan bahwa pihaknya telah menciptakan sebuah bahasa baru untuk memanfaatkan headset VR sebagai sarana untuk menonton film. Jaunt pun percaya bahwa film dengan durasi yang lebih pendek sangat cocok untuk digunakan pada headset virtual reality.

Saat ini, pihak Jaunt pun telah mengerjakan proyek tersebut pada headset Oculus VR. Tak menutup kemungkinan kalau teknologi serupa akan hadir pada headset VR lainnya. Jaunt pun merencanakan akan mendemonstrasikan teknologi tersebut secepat mungkin.

Sumber: BeritaTeknologi

Jumat, 04 April 2014

6 Cara Memotret Bangunan Super Gede

Saat traveling, tentu ada bangunan keren atau unik yang menarik perhatian wisatawan untuk memfotonya. Namun terkadang, bangunan itu ukurannya besar sekali. Nah, rupanya ada cara khusus untuk memotretnya dengan sempurna.


Bangunan-bangunan super gede, punya arsitektur yang atraktif dan detil yang rumit. Dari bandara super luas, stasiun kereta 20 peron hingga taman kota modern atau bangunan bersejarah dan kuno. Semua menarik di depan lensa, saat sepi atau sedang ramai.

Persoalannya, bagi yang datang sebagai traveler tanpa persiapan matang, berdiri di depan bangunan-bangunan megastruktur tersebut membuat serba salah. Mau motret keseluruhan tetapi susah. Hendak mengambil yang detail, namun sangat ramai oleh pengunjung, belum lagi faktor cuaca.

Dengan segala keterbatasan, bukan berarti membuat gentar. Sebaliknya, semakin tertantang. Disini dihimpun 6 tips untuk memotret bangunan super gede:


 1. Lakukan riset singkat sebelumnya

Saat menyusun itinerary, sekalian saja membuat riset singkat tentang bangunan besar yang akan dikunjungi. Perhatikan komposisi dan spot yang biasa menjadi langganan pemotretan di sana. Juga waktu pemotretan apakah pagi, siang atau sore hingga malam, biasanya wisatawan punya kebiasaan.

Sebab, pengaruh cahaya matahari sangat berdampak besar pada hasil foto, khususnya jatuhnya bayangan. Misalnya foto Colloseum di Roma. Dari riset diketahui, lantai paling atas adalah lokasi favorit untuk memfoto arena gladiator. Jadi, kita juga harus mendapatkannya.


 2. Pikirkan spot terbaik

Pikirkan spot terbaik termasuk aksesnya. Kalau ada pilihan hotel yang menarik, carilah yang berlokasi di depan atau di seberang 'target' yang menghadap megastruktur. Jika ada opsi lebih spesifik lagi, usahakan mendapat kamar hotel di lantai tertinggi. Tiada lain supaya terlihat overview/landskap megastruktur secara lengkap. Atau kita bisa mencari restoran cepat saji/kafe yang mempunyai view ke megastruktur.

Kalau itu susah, cara lain adalah mencari spot terbaik untuk menangkap karakter bangunan yang paling maksimal. Jendela Bandara Suvarnabhumi, Thailand, jika difoto dari samping bisa tampak seperti lorong waktu atau jaring laba-laba?


 3. Jangan buru-buru

Untuk memperoleh gambaran keseluruhan, tak perlu terburu buru memasuki bangunan megastruktur. Kalau bangunan itu memang berukuran jumbo, memotret dari jarak 200 hingga 300 meter sudah mewakili keseluruhan. Kalau perlu, lakukan 'orientasi medan' dengan berkeliling umtuk mencari spot terbaik.

Menara Eiffel misalnya, banyak turis yang berfoto dari arah Taman Champs de Mars. Tapi kalau Anda mau sedikit bersabar, jalan saja ke ujung taman arah Militarie de Ecole. Ada sebuah monumen dimana Anda bisa melakukan teknik framing dengan objek utama Menara Eiffel seperti contoh foto ini. Foto Eiffel Anda pun tidak pasaran.


 4. Siapkan lensa lebar

Siapkan lensa lebar dengan focal lenght kurang dari 20mm (full frame). Lensa lebar sangat membantu saat spot memotret sangat sempit, kepentok tembok atau jalan raya. Yang patut dicermati, distorsi lensa lebar membuat efek melengkung (cembung) pada gambar yang dihasilkan. Akan terlihat sangat buruk untuk foto-foto arsitektur tentunya. Oh iya, banyak-banyaklah menggunakan diafragma kecil seperti f/8, f/9, f/11, dst. Sebab, aperture yang luas akan membuat ruang tajam dari ujung ke ujung.

Foto di atas adalah lobi Museum Louvre yang beratapkan piramida kaca. Lobi ini memiliki struktur yang rumit nan luas namun spot pemotretan terbatas. Hal ini membuat bagian bawah piramida Museum Louvre ini tidak mampu memberi gambaran sebenarnya.


 5. Bermain persepsi dan ilusi visual

Bila sudah berada di dalam bangunan megastruktur, temukan sesuatu yang menarik dengan bermain persepsi dan efek ilusi visual. Syaratnya dapat bermain main cropping, mengambil bagian yang perlu dan menghilangkan bagian yang tidak penting. Garden Bay the Bay Singapura, jembatannya bisa difoto sebagian untuk memberi efek seakan jembatan melayang.

Dapat juga dengan membandingkan dengan sesuatu untuk mengontrol persepsi pembaca. Misalkan membandingkan satu orang yang sedang berdiri sendirian dibawah bangunan megastruktur yang biasanya di buat sangat teliti. Tujuannya supaya menghasilkan 'wow effect' tak berkesudahan.

Bila masih ada waktu, bisa diulangi lagi pada malam hari. Tiada lain untuk memotret suasana malam dan lampu kota di bangunan tersebut. Permainan speed lambat atau long exposure sangat tepat dilakukan. Syaratnya cukup membawa tripod supaya gambar stabil.


 6. Cari posisi tinggi

Carilah posisi tinggi untuk menghasilkan efek luas dan megah. Kalau banyak pengunjung, mainkan efek slowspeed supaya terasa heboh dan kolosal. Selebihnya, bisa bermain komposisi yang menarik dengan memperhatikan garis-garis ilusi.

Ini adalah foto Stasiun Berlin Hauptbahnhof, yang unik karena punya jalur kereta utara-selatan dan barat-timur sekaligus, namun beda lantai. Dengan posisi tinggi, kita bisa mendapatkan kereta barat-timur yang melintas di lantai atas, dan mendapatkan gambar jalur kereta utara-selatan di lantai paling bawah


Sumber: Detik

Mito Fantasy Power: Dipakai 400 Jam Masih Kuat

Keluhan soal baterai cepat habis dijawab tuntas oleh Mito lewat seri A68 Fantasy Power. Ponsel dual GSM ini bisa disulap jadi powerbank.   

http://images.detik.com/content/2014/04/04/1146/to.jpg

Sumber: Detik   

Saingi Sony dan Facebook, Microsoft Siapkan Dana 1,6 Triliun Rupiah untuk Membeli Paten Teknologi Virtual Reality

Persaingan headset berteknologi virtual reality kini tengah memanas. Facebook telah secara resmi menjadi pemilik dari perusahaan Oculus VR yang punya headset virtual reality bernama Oculus Rift. Sony pun telah secara resmi memperkenalkan headset VR miliknya yang bernama Morpheus.
smart glass osterhout
Merasa sebagai pihak yang tertinggal, Microsoft pun nampaknya bakal melakukan langkah cepat. Perusahaan yang berbasis di Redmond, Washington, Amerika Serikat tersebut kabarnya tengah menyiapkan dana sebesar 150 juta USD atau setara 1,6 triliun rupiah untuk mengembangkan teknologi virtual reality.
Dana sebesar 1,6 triliun rupiah tersebut tengah disiapkan oleh Microsoft untuk membeli teknologi virtual reality milik perusahaan spesialis smart glass bernama Osterhout Design Group. Selanjutnya, setelah mempunyai teknologi tersebut, Microsoft pun bakal melanjutkan pengembangan sebuah headset berteknologi virtual reality untuk Xbox.

Osterhout sendiri merupakan sebuah perusahaan yang memfokuskan diri pada teknologi augmented reality untuk produk smart glass miliknya. Produk dari Osterhout, yakni X6 mempunyai tampilan dual HD yang mampu menampilkan video 3D. Bahkan kacamata tersebut juga dilengkapi dengan infrared untuk melihat pemandangan pada malam hari.

Sumber: BeritaTeknologi

Nokia Lumia 930 Resmi Diumumkan, Berlayar 5 Inci Full HD, Prosesor Quad Core Snapdragon 800 serta Dilengkapi Teknologi Wireless Charging

Nokia masih belum berhenti dalam meluncurkan smartphone Windows Phone. Meski mereka telah meluncurkan smartphone Android pertamanya, mereka masih belum berhenti dalam memperkenalkan produk Windows Phone baru. Dalam ajang konferensi developer BUILD 2014, perusahaan asal Finlandia tersebut memperkenalkan smartphone Lumia 930.

lumia 930

Handphone ini adalah smartphone high end. Nokia pun menawarkan spesifikasi yang tinggi pada perangkat ini. Di antaranya adalah layar berukuran 5 inci yang mempunyai resolusi full HD. Handphone ini juga menjadi salah satu perangkat pertama yang memakai OS Windows Phone 8.1. Tak lupa, smartphone ini juga hadir dengan teknologi wireless charging.
Perangkat ini hadir dengan frame berbahan alumunium serta cover belakang yang terbuat dari policarbonate. Untuk sumber tenaga, terdapat baterai berkapasitas 2420 mAh yang mampu digunakan dalam kondisi standby selama 23 hari, talk time hingga 15 jam serta memainkan musik selama 86 jam.
Di bagian dalamnya, smartphone ini menggunakan prosesor Snapdragon 800 2,2GHz yang ditunjang oleh RAM 2GB. Di bagian belakang terdapat kamera utama 20MP yang menggunakan teknologi PureView serta OIS. Pihak Nokia pun akan mulai menjual smartphone ini dengan banderol 600 USD pada bulan Juni mendatang.


Sumber: BeritaTeknologi

Lumia 630 dan 635, Dua Smartphone Windows Phone 8.1 Murah dengan Prosesor Quad Core Snapdragon 400 dan Layar 4.5 Inci

Smartphone Nokia Lumia 930 bukanlah satu-satunya produk Windows Phone 8.1 yang diperkenalkan pada ajang BUILD 2014. Nokia juga turut mempekenalkan dua smartphone Windows Phone 8.1 lainnya yang ditujukan untuk segmen menengah ke bawah. Dua smartphone tersebut adalah Lumia 630 dan 635.

nokia lumia 635 dan 630

Lumia 630 dan 635 sejatinya mempunyai spesifikasi yang hampir sama. Bedanya, Lumia 635 dipatok dengan harga lebih mahal. Lumia 630 versi single SIM card dipatok seharga 160 USD, sementara versi dual SIM card dijual 170 USD. Sedangkan Lumia 635 dijual seharga 190 USD.
Perbedaan spesifikasi kedua smartphone ini terletak pada konektivitas LTE yang tersemat pada Lumia 635. Sementara Lumia 630 hanya mengandalkan konektivitas HSDP+. Selebihnya, kedua jenis handphone ini hadir dengan spesifikasi yang serupa. Di antaranya adalah prosesor quad core Snapdragon 400 1,2GHz, layar 4.5 inci 854 x 480 piksel, Corning Gorilla Glass 3 serta teknologi ClearBlack.



Sayangnya, kedua handphone ini hanya menggunakan RAM 512MB. Selanjutnya, terdapat memori internal sebesar 8GB dan slot microSD yang mendukung hingga 128GB. Untuk sumber tenaga, terdapat baterai berkapasitas 1830mAh. Untuk fotografi, terdapat kamera 5MP di bagian belakang yang tak dilengkapi LED flash.

Sumber: BeritaTeknologi