Jumat, 22 Maret 2013

Ketidaksengajaan Yang Justru Mencetuskan Konsep Game Modern


Kadang kesuksesan datang dari arah yang tidak kita perkirakan sebelumnya. Begitu pula yang terjadi dengan dunia game. Beberapa konsep modern yang bisa kita temui dalam game masa kini bermula dari sebuah ketidaksengajaan atau bahkan keteledoran para programmer dan staff game tersebut. Inilah beberapa ketidaksengajaan yang justru menciptakan hal-hal penting bagi revolusi industri video game.

Badan Seksi Lara Croft
http://hermawayne.blogspot.com
Memang game ini terkenal bukan karena ukuran dada Lara yang besar, namun karena ketidaksengajaan Toby Gard, sang desainer karakter Lara Croft, karakter ciptaannya ini menjadi karakter simbol sex terkenal hingga sekarang. Toby Gard, tengah mengutak-atik desain poligon karakter utama Tomb Raider ini, ketika mousenya kepeleset sehingga mengakibatkan bagian dada wanita ini menjadi berukuran lebih besar 150 persen dari ukuran yang seharusnya. Kecacatan ini ternyata justru dipertahankan karena staff-staff lainnya (yang laki) meminta dirinya tidak merubah ukuran cup Lara.
Setelah game ini diluncurkan dan ternyata booming di masyarakat, munculah quote baru dari tim pembuat game ini, "Kecelakaan desain '150' Gard, membuat pemilihan strategi marketing jadi cukup mudah."

Game Balapan Cikal Bakal Grand Theft Auto
http://hermawayne.blogspot.com
DMA Design, yang sekarang telah berganti nama menjadi Rockstar Games sedang mengerjakan sebuah game balap bertajuk Race and Chase. Ketika dicoba oleh para team tester, mereka merasa game ini membosankan dan tidak menarik. Kecuali adanya sebuah kekeliruan pada AI, yang membuat polisi pada game ini akan secara kasar dan terus-menerus menabrak mobil pemain hingga keluar dari jalanan. Kekeliruan AI ini malah membuat para tester ketagihan. Bukan karena balapannya, melainkan karena keasykan melihat kejar-kejaran brutal yang terjadi di dalam game.
Akhirnya dirombaklah game ini menjadi game baru dengan judul Grand Theft Auto, yang hingga kini terus berevolusi menjadi game open world terbaik dan paling sukses yang pernah ada. Lucunya, kesuksesan ini dimulai karena staff mereka tidak bisa membuat AI polisi dengan baik.

Space Invaders, Game Yang Terlalu Berat Untuk Hardware Masa Itu
http://hermawayne.blogspot.com
Pada tahun 1978, game ini bisa dibilang sangat revolusioner, bahkan seroang pentolan Nintendo, Shigeru Miyamoto, mengatakan game ini menimbulkan revolusi industri game. Pada awalnya rancangan permainan ini sesimpel menembak alien yang berbaris dengan konyolnya untuk ditunggu ditembak satu persatu oleh pemain sampai habis. Tak disangka, jumlah alien yang semakin menipis ternyata membuat kinerja processor menjadi semakin lega. Akibatnya FPS (frame per second) game ini menjadi lebih baik, dan alien-alien retro tersebut menjadi berjingkatan lebih cepat sehingga makin sulit untuk ditembak.
Ketersediaan hardware ketika itu memang sangat terbatas di Jepang. Perancangnya, Tomohiro Nishikado menghabisakan waktu setahun penuh mengembangkan hardware khusus untuk mengangkat game ini. Space Invaders bagaikan game Crysis masa itu. Nah, ketidakstabilan performa yang mengakibatkan game bergerak lebih cepat ini membuat Tomohiro terkesan. Hal ini membuat game menjadi semakin menantang dari waktu ke waktu. Inilah yang membuat revolusi dunia gaming. Karena Space Invader adalah game pertama dimana permainan akan menjadi semakin sulit seiring berjalannya permainan.

Kekecewaan Staff yang Melahirkan Easter Egg
http://hermawayne.blogspot.com
Awal tahun 80-an, Atari masih merupakan perusahaan kelas teri. Kebanyakan game dibuat hanya oleh 1 orang dan bahkan nama mereka tidak dicantumkan dalam creditnya. Salah satu kreator game, Warren Robinett yang bekerja membuat game RPG jaman jebot berjudul Adventure, mempunyai ide kreatif untuk mengukir namanya diam-diam di dalam game yang ia buat. Robinett, programmer solo game tersebut mengetahui adanya kekurangan pada hardware yang mengakibatkan apabila terlalu banyak objek ditampilkan dalam 1 layar, gambar di layar akan mulai berkedap kedip.

Ia memutuskan untuk memanfaatkan kekurangan ini dengan menciptakan satu item rahasia: Sebuah kotak berukuran 1x1 pixel yang berwarna sama dengan lantai sehingga kotak itu akan tersembunyi secara sempurna. Nah, apabila ada pemain berhasil menemukan yang membawa kotak itu dan membawanya ke bagian lain dari area bawah tanah game ini, efek kedap-kedip akan mulai muncul di layar sehingga efek tersebut akan memperlihatkan adanya tembok rahasia yang bisa ditembus pemain untuk masuk ke sebuah ruangan baru dengan tulisan"Created by Warren Robinett".
Maka dengan ini lahirlah Eeaster Egg pertama di dunia gaming. Ketika pihak Atari menemukannya, semuanya telah terlambat. Terlalu memakan biaya apabila mereka harus menarik kembali semua cartridge, jadi mereka hanya menyebut itu sebagai sebuah "nilai tambahan". Robinett beruntung sudah keluar dari perusahaan ketika itu.

Sistem Combo yang Ditemukan Dengan Tidak Sengaja dalam Game Street Fighter
http://hermawayne.blogspot.com
Ketika membangun game Street Fighter II, produser Noritaka Funamizu menyadari adanya bug dimana pemain dapat melayangkan 2 pukulan tambahan dalam sebuah gerakan. Ia menemukannya dalam stage bonus menghancurkan kendaraan (Gamer generasi konsol Sega pasti tahu dengan yang satu ini). Apabila pemain menekan tombol dengan waktu yang tepat, ia akan mengeluarkan beberapa pukulan tambahan. Dan tentu saja dalam game multi player semacam ini, pemain yang berhasil mengeskploitasi bug ini akan mendapat keuntungan lebih.
Noritaka membiarkan bug ini tetap ada karena menyangka terlalu sulit bagi pemain untuk menemukan bug ini. Staff yang lain juga tidak diberitahunya. Namun ia terbukti terlalu meremehkan hal ini, dan combo perdana ini menjadi populer di kalangan gamer. Di edisi Street Fighter selanjutnya, bug ini diangkat menjadi fitur resmi yang terus berlanjut hingga sekarang.

Programmer Yang Payah Dalam Bermain Game Memperkenalkan Kode Konami
http://hermawayne.blogspot.com
Kazuhisa Hashimoto, salah serorang dari pencipta game super duper sulit, Gradius, frustasi ketika pesawatnya hancur tanpa kesudahan ketika ia menguji game yang ia kerjakan sendiri. Ia lalu berpikir, "Bodo amat, kan gue programmernya!" Ia pun menciptakan sebuah kode yang apabila ditekan seseuai urutan akan memberinya semua power-up, sehingga ia pun bisa melanjutkan testing permainannya dengan riang gembira.
Dan hingga game ini diluncurkan, ia tak menghapus kode rahasia ini. Kode game inilah yang sangat terkenal ketika itu dengan sebutan Kode Konami (atas, atas, bawah, bawah, kiri, kanan, kiri, kanan, B, A, Start). Bagi yang dulu pernah bermain game Contra, pasti bohong kalo bilang pernah namatin game ini dari awal tanpa mengenal kode di atas.
Yup, inilah asal muasal kode legendaris ini beredar. Kini Kode Konami bisa dijumpai di berbagai macam tempat di dunia maya.

Selasa, 19 Maret 2013

Berekspresi Lewat Rekayasa Wajah Dengan Aplikasi Face Stealer For iPhone


Bagi Anda pengguna iPhone, baru-baru ini ada aplikasi AR gratisan yang bernama Face Stealer besutan Yahoo Jepang yang membuat tampilan wajah Anda tidak seperti biasanya.

Aplikasi iPhone ini dapat menampilkan berbagai topeng wajah yang berasal dari sebuah foto asli, seperti hewan, selebriti, tokoh komik, ataupun wajah Anda sendiri dan ditampilkan ke dalam bentuk tampilan video. Selain itu, Yahoo Jepang juga telah mengembangkan sebuah library yang digunakan untuk menganalisis dan mereflesikan berbagai ekspresi dan gerakan kepala secara real time dan otomatis.
Aplikasi ini sanggup melacak dan mencapture setiap titik fitur pada objek wajah secara realtime yang diselaraskan dengan gerakan mulut dan alis sehingga diperoleh tampilan tiruan wajah yang sesuai. Jika titik-titik fitur wajah tidak sejajar, Anda dapat menyempurnakannya sendiri sampai diperoleh tampilan yang sesuai keinginan Anda. Sedangkan video atau foto yang dihasilkan nantinya dapat dishare melalui situs jejaring sosial yang ada seperti Facebook, Twitter atau YouTube.
Berikut adalah cuplikan video pengoperasian aplikasi Face stealer for iPhone:
Sementara itu, ke depannya Yahoo Jepang kabarnya juga sedang mempertimbangkan untuk mengembangkan aplikasi chat yang menampilkan kemampuan untuk membuat wajah anonim.

Sumber: BeritaTeknologi

Minggu, 17 Maret 2013

6 Smartphone Anti Air Terbaik


Fitur smartphone dari waktu ke waktu semakin bertambah dan memanjakan konsumennya. Salah satu fitur andalan di tahun 2013 dan menjadi tren adalah smartphone yang anti air. Walaupun sebenarnya hanya tahan sekitar 30 menit di kedalaman 1 meter saja, tetapi fitur ini sangat membantu penggunanya yang sering atau secara tidak sengaja terkena air. 
Jika sebelumnya smartphone tidak dilengkapi dengan sertifikat anti air atau anti debu, tapi sekarang beberapa vendor meluncurkan produknya yang dilengkapi dengan sertifikat tersebut semata-mata untuk kenyamanan penggunanya. Berikut ini 6 Smartphone Anti Air Terbaik : 


#1. Sony Xperia Z. Smartphone besutan Sony terbaru ini sebenarnya memiliki sertifikat IP55 dan IP57 artinya smartphone ini tahan air dan debu. Perangkat ini memiliki fitur eksterior kaca penuh dengan ketipisan hanya 7,9 mm. Smartphone ini didukung oleh prosesor quad core 1,5 GHz dan berjalan menggunakan sistem operasi Android 4.1 Jelly Bean. Smartphone ini memiliki layar HD 5 inci HD dengan kamera belakang 13 megapiksel dan kamera depan 3,2 megapiksel. Smartphone ini juga menawarkan daya tahan baterai 2.330 mAh dan kapasitas penyimpanan internal telepon yang dapat memperluas hingga 16 GB. 

#2. Samsung Galaxy Xcover 2. Samsung beberapa waktu yang lalu baru saja meluncurkan smartphone anti air dan debu terbaru yang bernama Samsung Galaxy Xcover 2. Perangkat tidak akan mati walaupun terrendam di dalam air hingga kedalaman 1 meter selama maksimal 30 menit. Smartphone ini memiliki layar 4 inci dengan resolusi 480 x 800 piksel yang juga tahan gores. Perangkat ini didukung oleh prosesor dual core 1GHz dengan RAM 512 MB dan berjalan dengan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich, memiliki kapasitas penyimpanan internal 4GB. 

#3. Sony Xperia Go Smrtphone keluaran tahun 2012 ini memiliki sertifikat tahan debu dan air. Smartphone ini memiliki layar 3,5 inci yang tahan gores. Memiliki kamera 5 megapixel dengan flash LED dan fasilitas perekam video dengan kualitas HD 720 p. Smartphone Sony Xperia Go memiliki prosesor dual core 1GHz dan berjalan dengan sistem operasi Android 2.3 Gingerbread tapi bisa di upgrade ke Android 4.0. Smartphone ini memiliki RAM 512 MB dan penyimpanan internal 8GB. 

#4. Motorola Defy +. Smartphone buatan Google ini merupakan penerus dari Motorola Defy. Smartphone bersertifikat IP67 ini tahan terhadap debu dan air selama 30 menit hingga kedalaman 1 meter. Smartphone ini memiliki prosesor 1GHz dan berjalan dengan sistem operasi Android 2.3 Ginger Bread. Smartphone ini dilengkapi dengan layar Corning Gorilla Glass dengan layar sentuh TFT kapasitif dan memiliki kamera belakang 5 megapixel autofocus dan LED flash. Perangkat ini memiliki penyimpanan memori hingga hingga 32 GB, didukung dengan RAM 512 MB. 

#5. HTC Butterfly. Smartphone besutan HTC ini merupakan smartphone tahan air karena memiliki penutup plastik di bagian bawah serta semua port yang ditempatkan di atas. Smartphone ini didukung oleh prosesor quad-core 1,5 GHz dan berjalan menggunakan Android 4.1 Jelly Bean. Memiliki layar LCD 5 inci, dengan perlindungan Corning Gorilla Glass 2. Smartphone ini memiliki kamera utama 8 megapiksel dengan auto fokus dan kamera depan 2,1 megapiksel. Memori smartphone ini bisa diupgrade hingga 32 GB dengan kartu MicroSD. 

#6. Lenovo A660. Smartphone tahan air Lenovo ini diluncurkan pada tahun 2012, Perangkat ini tahan air karena memiliki sertifikasi IP67, yang juga tahan debu. Ponsel ini dapat tahan dalam air hingga kedalaman 1 meter. Smartphone ini didukung oleh prosesor dual-core 1 GHz, dengan sistem operasi Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Perangkat dengan layar 4 inci WVGA 4 inci dilengkapi dengan pelindung corning glass, selain itu memiliki kamera belakang 5 megapixel dan kamera depan VGA. Smartphone ini memiliki baterai 1500 mAh. 

Nah sekarang tinggal pilih smartphone anti air yang mana yang anda sukai. 

Sumber: didno76

Jumat, 15 Maret 2013

Samsung Galaxy S4 Resmi Diperkenalkan, dengan Layar 4.99 Inci Full HD dan OS Android Jelly Bean 4.2.2


khirnya, setelah banyak ditunggu, Samsung merilis produk handphone terbarunya, yakni Galaxy S IV. Kemunculan handphone ini di depan publik pun telah mengkonfirmasi beberapa bocoran yang sebelumnya telah beredar.
Samsung pun menyebut handphone ini sebagai handphone yang lebih kaya, lebih simple dan lebih kaya akan kehidupan. Pertama, handphone ini hadir dengan layar berukuran 4.99 inci yang mempunyai resolusi 1920 x 1080 piksel. Untuk sistem operasinya, Samsung menggunakan OS Android Jelly Bean 4.2.2.


Untuk bagian prosesor, Samsung menyediakan dua versi. Versi pertama memakai prosesor Octa Core Exynos 5, di mana di dalamnya terdapat empat core prosesor Cortex-A15 1.6GHz dan empat core Cortex-A7 1.2GHz. Sebagai tambahan, chip prosesor ini dilengkapi dengan PowerVR SGX 544MP3. Versi kedua adalah handphone Galaxy S IV yang menggunakan prosesor Snapdragon 600. Spesifikasi lainnya, terdapat konektivitas LTE dan RAM sebesar 2GB.
Selebihnya, handphone ini dilengkapi dengan kamera 13MP di bagian belakang dan kamera 2MP di bagian depan. Handphone ini pun memiliki ukuran yang cukup tipis, dengan ketebalan 7.9 milimeter. Meskipun tipis, handphone ini pun mempunyai baterai yang berkapasitas cukup besar, 2600 mAh.
Pihak Samsung akan menyediakan tiga opsi memori internal, yakni 16GB, 32GB dan 64GB. Handphone ini juga dilengkapi dengan slot microSD untuk tambahan kapasitas penyimpanan. Terdapat dua posi warna yang disediakan, yakni White Frost dan Black Mist. Menurut rencana, handphone ini akan mulai di pasarkan pada April mendatang dengan harga yang belum dipublikasikan.

Sumber: BeritaTeknologi

Dell XPS 18, All-in-one Portabel Yang Dapat Berfungsi Sebagai Tablet 18 Inci


Untuk menambah daya gedor kekuatan lini XPS andalannya di pasaran, baru-baru ini Dell dikabarkan telah memperkenalkan model XPS 18 terbarunya dengan desain hybrid yang menggabungkan sebuah PC all-in-one dengan tablet berukuran besar.

Sejatinya, Dell XPS 18 ini adalah PC all-in-one portabel yang dapat dengan mudah dipindah-pindah di sekitar rumah dan digunakan sebagai tablet untuk menonton film, bermain game dan surfing web. Bobotnyapun hanya 4,85 lbs atau setara 2,19 kg saja. Selain itu, Dell XPS 18 ini diklaim sebagai salah satu All-in-One (AiO) tertipis, paling ringan dan paling portabel di dunia saat ini.
Perangkat hybrid ini memiliki fitur layar sentuh berukuran 18.4 inci dengan dukungan resolusi Full HD (1920×1080 piksel) 10-point multitouch. Dan bahkan untuk menunjang pengoperasiannya, Dell XPS 18 ini juga telah dilengkapi oleh keyboard dan mouse nirkabel.

Dengan desain yang fleksibel, AIO portabel ini dapat digunakan dalam beberapa cara. Di satu sisi bisa bertindak sebagai sebuah PC AIO dengan membuatnya berdiri dengan topangan kaki penunjang yang ada, sedangkan di sisi lainnya juga bisa bertindak sebagai sebuah PC tablet dengan cara melipat topangan kaki penunjang yang ada tersebut. Namun yang pasti, keberadaan lapisan aluminium pada bagian belakang dengan pegangan lembutnya konon telah memberikan kenyamanan dan daya tarik tersendiri pada perangkat.
Untuk model terbaiknya, Dell XPS 18 ini didukung oleh processor Intel Core i7 plus RAM 8GB dan SSD (Solid State Drive) 512GB. Sedangkan untuk model standarnya, perangkat hybrid ini ternyata hanya didukung oleh processor Pentium ULV dual-core dan hardisk berkapasitas 320GB.

Harga yang dibanderol untuk sebuah unit Dell XPS 18 ini adalah mulai 899,99 USD atau setara 8,7 juta rupiah. Sedangkan soal ketersediaan di pasaran, perangkat hybrid ini dijadwalkan bakal segera dirilis pada tanggal 16 April 2013 mendatang di Amerika Serikat dan setelah itu bakal dilanjutkan ke beberapa negara Eropa lainnya.

Sumber: BeritaTeknologi

Rabu, 13 Maret 2013

Mengintip Teknologi Futuristik Garapan Mahasiswa Jenius MIT

Massachusetts Institute of Technology (MIT) merupakan salah satu kampus teknologi ternama di dunia. Tak pelak, sejumlah inovasi futuristik kerap lahir dari kampus ini.

Seperti yang tengah dilakukan sekarang oleh MIT Media Lab. Sekelompok orang jenius di sini dilaporkan sedang giat untuk meramu dan mengembangkan berbagai teknologi terbaru.
Harapannya adalah dari inovasi yang dilakukan tersebut kira-kira dapat terlihat teknologi yang akan dipakai di masa depan.
Berbagai kreasi inovasi yang dilakukan mulai dari teknologi robotik hingga urusan sistem komputasi dilakukan oleh para mahasiswa pilihan MIT tersebut.
MIT Media Labs sendiri saat ini memiliki lebih dari 20 grup yang masing-masing memiliki kreasi inovasi berbeda-beda.
Namun tujuan mereka sama, yakni membawa teknologi futuristik di masa depan agar dapat lebih dekat bagi banyak orang.
Nah, inovasi teknologi apa saja yang tengah digarap oleh para jenius dari MIT ini. Berikut beberapa di antaranya seperti yang dilansir Business Insider saat mengunjungi MIT Media Lab beberapa waktu lalu:



1. Tether



Grup: Tangible Media
Kreator: David Lakatos & Matthew Blackshaw

Tether merupakan teknologi yang memungkinkan adanya konektivitas di antara dunia nyata dan virtual.
Contohnya, pengguna dapat mengendalikan dan memanipulasi suatu obyek virtual pada tablet PC tanpa 'menyentuh' secara fisik perangkat tablet PC tersebut.
Teknologi ini pun diklaim dapat digunakan di berbagai bidang. Seperti di bidang otomotif untuk melakukan desain mesin secara real time.
Tether disebutkan bekerja dengan 'membaca' gerakan kepala pengguna lewat kamera serta tangan yang telah menggunakan sarung tangan khusus.  
Sarung tangan inilah yang dapat memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan obyek virtual di tablet PC atau perangkat lainnya.  



2. SandScape



Grup: Tangible Media
Kreator: Yao Wang, Assaf Biderman, Ben Piper, Carlo Ratti, dan Professor Hiroshi Ishii

Ketika melihat SandScape untuk pertama kali, mungkin banyak yang tak mengira jika ini merupakan suatu inovasi.
Sebab, dalam perangkat tersebut ada kotak yang diisi oleh sekumpulan pasir dan terhubung dengan layar monitor besar di atasnya.
Padahal SandScape memiliki fungsi untuk mempermudah pengguna untuk mengerti dan mendesain landscape lewat simulasi komputer realtime.
Contoh sederhananya begini, pengguna dapat memanipulasi sebuah desain landscape lewat tumpukan pasir di kotak yang telah disediakan. Nah, obyek desain yang berasal dari tumpukan pasir tersebut kemudian ditransfer dalam sebuah tampilan di layar.
Dari sini komputer akan melakukan kalkulasi dari desain yang dibuat. Mulai dari menghitung skala tingginya, ketajaman, gradien, kontur, dan hitungan matematis lainnya.
Sehingga diharapkan desain landscape yang didesain tersebut dapat menghasilkan analisis yang ciamik sebelum diimplementasikan di lapangan.



3. Second Surface



Grup: Tangible Media
Kreator: Shunichi Kasahara, Valentin Heun, Austin S. Lee dan Hiroshi Ishii

Second Surface pada awalnya dikembangkan dengan berbasis iPad. Namun bukan berarti ia nantinya tidak bisa dikreasikan dengan tablet PC lain, semisal Android atau OS lain.
Para kreator inovasi ini menyebut jika Second Surface berfungsi untuk menciptakan semacam virtual layer pada obyek atau tempat di dunia nyata.
Misalnya begini, ketika ada seseorang mengunjungi sebuah taman, maka ia bisa memberikan suatu catatan pada tempat/obyek yang dikunjunginya tersebut. Caranya tinggal menggunakan kamera iPad pengguna dan aktifkan inovasi ini.
Jadi ketika nanti ada orang lain yang mengunjungi lokasi yang sama, mereka bisa melihat catatan virtual yang Anda buat, termasuk 'jejak-jejak' dari pengguna lain pada obyek tersebut.
'Jejak' yang bisa ditinggalkan di sini bisa berupa keterangan informasi, gambar, ataupun foto.
Memang, untuk saat ini Second Surface masih didesain alat untuk senang-senang. Namun profesor di MIT menyebut jika teknologi ini diaplikasikan untuk hal yang lebih serius.
Seperti terkait aktivitas belajar mengajar. Seorang dosen/guru dapat memberi feedback atau catatan bagi pekerjaan mahasiswa/muridnya. Ya, harus diakui jika hal itu mungkin baru bisa diwujudkan di masa depan.



4. Perifoveal Display



Grup: Fluid Interfaces
Kreator: Valentin Heun, Anette von Kapri, dan Pattie Maes

Inovasi ini dijalankan dengan bantuan Microsoft Kinect, software pembaca gerak, dan empat layar besar.
Para pembuatnya berharap Perifoveal Display dapat menjadi inovasi data monitoring ke tingkat yang lebih tinggi.
Jadi, ketika mata pengguna pindah ke salah satu layar, maka layar tersebut akan tampil lebih cerah sementara layar lainnya meredup.
Jika ada perubahan atau update di salah satu layar -- semisal pergerakan harga saham atau postingan tweet baru -- maka akan muncul pop up di layar yang tengah dilihat pengguna.
Inovasi ini ditujukan bagi analis keuangan, penjaga keamanan, ataupun pengawas lalu lintas/transportasi yang sehari-hari bekerja dengan memonitor banyak layar informasi.



5. PingPong Plus



Grup: Tangible Media
Kreator: Craig Wisneski, Julian Orbanes, Ben Chun dan Professor Hiroshi Ishii

Coba Anda bayangkan bermain tenis meja (ping-pong) pada sebuah 'meja pintar'. Ya, inilah kira-kira yang ingin ditawarkan PingPong Plus garapan mahasiswa MIT.
PingPong Plus dapat mendeteksi gerakan bola serta menampilkan suatu visualisasi di atas meja yang digunakan untuk berolahraga tersebut.
Sehingg ketika bermain, Anda dapat melihat riak air yang disebabkan oleh bola yang memantul. Termasuk mendengarkan suatu efek suara/musik yang bereaksi berdasarkan kecepatan bola yang dipukul. 
Para pencipta PingPongPlus mengembangkan inovasi lewat perangkat open source, jadi siapapun dapat mengembangkan lebih lanjut proyek ini termasuk membuat visualisasi sesuai keinginan mereka.


Sumber: Detik

Kamis, 07 Maret 2013

ASUS Transformer AiO, PC ataupun Tablet dengan OS Windows 8 dan Android Jelly Bean


Sebuah PC all in one mungkin sudah biasa. Namun bagaimana dengan tablet all in one? Nah, hal inilah yang diperkenalkan oleh Asus dengan tablet Transforemer AiO terbaru miliknya. Tablet ini bisa difungsikan sebagai sebuah PC ataupun sebuah tablet.


Untuk menggunakan sebuah tablet, Transformer AiO ini datang dengan PC Station yang menggunakan prosesor Intel Core i5, RAM 8GB, penyimpanan 1TB, empat port USB 3.0, 1 port USB 2.0, HDMI-out, 3-in-1 slot memory card, drive DVD, WiFi, ethernet port serta Bluetooth 4.0.


Selanjutnya, dengan menggunakan port HDMI, PC station tersebut bisa dihubungkan dengan layar. Peralihan dari OS Windows 8 menuju Android pun bisa dilakukan dengan mudah.


Untuk layarnya, seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bisa digunakan sebagai sebuah tablet. Tablet tersebut pun menawarkan spesifikasi yang tidak kalah canggih. Dengan prosesor quad core Tegra 2, RAM2GB serta memori internal 32GB.


Namun, tablet ini memiliki ukuran yang lebih besar dibandingkan tablet lain di pasaran dengan ukuran sebesar 18.4 inci dan resolusi 1920 x 1080 piksel. Pada bagian belakang, juga terdapat sebuah kickstand yang memudahkan pemakaian tablet. Sebagai pelengkap, terdapat kamera 1MP di bagian depan.
Mengenai harga, jangan mengharapkan perangkat ini bisa dibeli dengan harga yang murah. Untuk membeli seperangkat tablet Transformer AiO ini, Anda harus menyiapkan uang sebesar 1299 USD. Cukup murah untuk sebuah tablet yang bisa digunakan sebagai komputer PC.

Sumber: BeritaTeknologi