Selasa, 19 Februari 2013

Melongok 'Garasi' Konsep iCar Apple

Banyak orang berpikir bahwa Apple hanyalah sebuah perusahaan komputer biasa, walaupun di era saat ini, anggapan tersebut sedikit bergeser menjadi 'Apple adalah perusahaan elektronik' Namun pada kenyataannya, Apple lebih daripada itu semua.

Apple memiliki cara pandang lain dalam melihat dirinya sendiri. Perusahaan tersebut menempatkan diri sebagai pusat untuk memperbaiki kualitas hidup manusia, terutama dari sisi komunikasi. Apple telah berusaha untuk membuat kembali dan mendefinisikan ulang berbagai hal dengan mendesain kembali berbagai hal yang tampak kurang baik menjadi lebih sempurna.
Ketika dunia telah mulai bosan dengan perkembangan dunia musik, Apple berinovasi dengan membuat iPod yang menggantikan CD Player dan Walkman. Ketika dunia smartphone telah mulai mengalami kejenuhan, Apple hadir dengan iPhone.
Namun seperti yang kita tahu, Apple pun seolah menjadi perusahaan yang masih lapar dan siap untuk terus-menerus berkembang. Setelah berhasil melakukan terobosan di dunia gadget, Apple pun dirumorkan siap berinovasi di dunia otomotif.
Bahkan menurut sebuah laporan di New York Times. Steve Jobs disebutkan tertarik sejak lama untuk membuat dan mendesain iCar.
"Dalam pertemuan di kantornya sebelum dia wafat, Jobs berkata bahwa jika dia punya lebih banyak energi, dia ingin bepergian dengan mobil buatan Apple," demikan tulis dalam laporan itu.
Laporan ini diperkuat dengan pernyataan Millard S. Drexler, salah satu direktur Apple. Menurut Millard, Jobs sudah memimpikan iCar dalam waktu yang lama.
Sambil menunggu kelangsungan proyek iCar, berikut beberapa konsep yang beredar mengenai desain Apple iCar.






















Sumber: Detik

Kamis, 14 Februari 2013

Apple Dirumorkan telah Siapkan 100 Orang untuk Tim Khusus Pengembangan iWatch

Spekulasi mengenai keberadaan produk terbaru dari Apple berupa jam tangan pintar terus menyeruak ke publik. Perusahaan yang didirikan oleh Steve Jobs ini pun bahkan dikatakan telah menyiapkan sebuah tim khusus untuk pengembangan perangkat tersebut.


Berita ini berasal dari sebuah sumber yang diperoleh Bloomberg. Bloomberg mengatakan bahwa 100 orang tersebut pun memiliki tugas masing-masing, karena di dalamnya terdiri dari beberapa manager, anggota dari grup marketing, programmer software ataupun engineer hardware. Ke-100 orang tersebut pun dikatakan sebelumnya juga bekerja untuk pengembangan iPhone dan iPad.
Sebelumnya, beberapa rumor pun juga telah didengar publik. Salah satunya adalah dikatakan bahwa iWatch milik Apple tersebut akan menggunakan kaca pelindung Willow Glass yang merupakan salah satu produk dari Corning. Selain itu, tentu saja sebagai sebuah perangkat jam tangan pintar, iWatch tersebut juga bakal menggunakan sistem operasi iOS.

Sumber: BeritaTeknologi

Rabu, 13 Februari 2013

10 Desain Produk Tergagal Di Dunia



Sumber: didunia

10 Game PC dengan Kebutuhan Kapasitas Terbesar


Dari semua platform gaming yang tersedia di industri game, PC memang menjadi platform yang bersifat lebih dinamis. Dengan kebebasan untuk memodifikasi “jeroan” di dalamnya, kemampuan sebuah PC untuk memainkan sebuah game dalam kualitas yang paling maksimal tentu saja sangat bergantung pada si gamer sendiri. Ada begitu banyak aspek yang harus dipenuhi sebelum memastikan sebuah game dapat berjalan dengan lancar, salah satunya tentu saja kapasitas harddisk yang harus disediakan. Harus diakui, kebutuhan ruang kosong memang menjadi salah satu aspek yang sangat krusial. Apalagi jika Anda berniat untuk memainkan ke-10 game ini.
Semakin ke sini, game-game yang diluncurkan untuk platform PC memang semakin menampilkan kualitas visulisasi yang luar biasa dan desain dunia luas yang kian kompleks. Namun “keistimewaan” ini datang dengan satu “pengorbanan”, kapasitas harddisk yang perlu Anda sediakan untuk menampung game-game ini. Salah satu situs game ternama – GameSpy merangkum 10 game PC yang membutuhkan kapasitas penyimpanan terbesar. Apa saja game tersebut dan berapa kapasitas yang mereka butuhkan? Berikut adalah listnya:


10. Star Wars: The Old Republic - 19.8GB





9. Total War: Shogun 2 - 20.2GB





8. Ghost Recon: Future Soldier - 25GB





7. Rage - 25GB





6. TERA - 25GB





5. Age of Conan - 26GB (at launch, 31GB after expansions)





4. Star Wars: The Force Unleashed Ultimate Sith Edition - 30GB





3. The Secret World - 30.8GB





2. Max Payne 3 - 35GB





1. X-Plane 9 - 70GB






Jika dengan visualisasi saat ini saja sebuah game membutuhkan kapasitas dari 20-70 GB, bayangkan kapasitas harddisk yang akan Anda butuhkan ketika game-game next-gen dengan visualisasi dan details yang lebih baik hadir di masa depan. Di tengah harga harddisk yang belum sepenuhnya normal, ini tentu saja menjadi tantangan yang semakin sulit. Bagaimana dengan Anda sendiri? Trik apa yang Anda lakukan untuk memastikan harddisk Anda selalu memiliki ruang untuk sebuah game baru dengan kebutuhan kapasitas besar seperti ini?


Sumber: GameSpyKasKus

Lenovo IdeaPhone P770 dengan Baterai 3500 mAh Resmi Diluncurkan ke Indonesia dengan Harga 2 Jutaan


Ingin mencari handphone yang mampu bertahan lama? Mungkin bisa memilih handphone Motorola RAZR Maxx yang punya baterai berkapasitas 3300 mAh. Namun, kalau Anda memilih untuk perangkat yang lebih murah, bisa membeli Lenovo Ideaphone P770.


Handphone ini pun telah secara resmi meluncur ke pasar tanah air. Dan, handphone ini pun menawarkan kapasitas baterai yang lebih besar, yakni 3500 mAh. Mengenai harga, Anda bisa memperoleh handphone ini seharga 2.599.000. Handphone ini pun tak hanya berfungsi sebagai handphone. Dengan fitur USB on-the-go, P770 ini bisa difungsikan untuk men-charge perangkat elektronik lain.
Handphone ini hadir dengan fitur dual SIM card. Pada bagian layar, Lenovo IdeaPhone P770 ini hadir dengan display berukuran 4.5 inci qHD (960 x 540 piksel). Di bagian dalamnya, terdapat prosesor dual core MTK 6577 1.2GHz yang dibarengi dengan GPU Power VR SGX531.
Lebih lanjut, handphone ini punya RAM berkapasitas 1GB serta fasilitas penyimpanan sebanyak 4GB. Di bagian belakang, terdapat kamera 5MP serta memakai sistem operasi Android Jelly Bean 4.1. Tak lupa, handphone ini pun dilengkapi dengan slot microSD hingga 32GB.

Sumber: BeritaTeknologi

Selasa, 12 Februari 2013

Lenovo IdeaPad Yoga


Persaingan di segmen notebook hibrid yang semakin ketat membuat sejumlah produsen PC menghadirkan beberapa varian sekaligus guna mengisi segmen tersebut. Tentunya ini untuk mengakomodir kebutuhan konsumen yang beragam.
Seperti yang dilakukan oleh Lenovo, produsen notebook asal China ini menghadirkan produk notebook yang diberi nama IdeaPad Yoga 11.
Pemilihan nama Yoga oleh Lenovo tentunya bukannya tanpa alasan. Sebab seperti halnya orang yang sedang melakukan gerakan yoga, perangkat ini mampu ditekuk bak gerakan kayang guna bertransformasi menjadi komputer tablet.
Selain bertransformasi menjadi komputer tablet, sejatinya IdeaPad Yoga yang memiliki ukuran layar 11 inch ini menawarkan empat mode penggunaan yang dapat menyesuaikan kebutuhan penggunanya. 
Penasaran apa saja kelebihan yang ditawarkan notebook hibrid 'kayang' besutan Lenovo ini. Simak review detikINET berikut ini.



1. Beraksi dengan 4 Gaya



Fitur yang diandalkan oleh notebook unik Lenovo ini adalah kemampuan pada bagian layarnya yang mampu menawarkan 4 mode penggunaan. Tidak hanya sebagai notebook, IdeaPad Yoga 11 juga dapat tampil sebagai komputer tablet. Selain itu, ia juga dapat tampil dalam mode stand dan juga mode tent.
Untuk menyesuaikan dengan mode penggunaan yang diinginkan, pengguna dapat dengan mudah membuka layar 11 inch yang diusungnya. Pada posisi layar terbuka normal, IdeaPad Yoga 11 akan tampil sebagai notebook biasa. Saat layar kembali didorong ke belakang, Yoga 11 bakal tampil dengan mode stand maupun tent.
Sedangkan saat layarnya didorong hingga 360 derajat ke belakang, Yoga 11 telah berubah fungsi menjadi sebuah komputer tablet.
Tampilan Windows 8 yang diusungnya pun akan secara otomatis menyesuaikan dengan posisi layarnya kala Yoga 11 berada pada mode notebook, tablet, stand ataupun tent.



2. Ringan ala Tablet



Sudah tentu, sebuah notebook hibrid wajib hadir dengan bodi seksi. Demikian juga IdeaPad Yoga 11, selain tampil dengan bentuk menarik, notebook ini juga berbobot ringan.
Dengan berat hanya 1,2 kg, Yoga 11 memang sangat sesuai kala digunakan sebagai tablet. Tentunya dengan bobotnya yang ringan tersebut Yoga 11 sangat nyaman digunakan, terutama saat harus dibawa ke mana-mana guna menemani rutinitas pengguna.



3. Spesifikasi Mumpuni



Guna memberikan kinerja terbaik bagi user, IdeaPad Yoga 11 hadir dengan spesifikasi mumpuni di segmen komputer tablet. 
Dipersenjatai oleh prosesor Nvidia Tegra 3 quad core dengan kecepatan clock 1,3 GHz yang didukung oleh penggunaan RAM berkapasitas 2 GB diyakini sukses memberikan kinerja tinggi kala digeber.
Sedangkan untuk sektor penyimpanan, Lenovo menanamkan internal memori dengan kapasitas sebesar 64 GB. Konektivitas HDMI dan port USB tidak luput disematkan pada Yoga 11. Selain itu, baterai yang diusungnya diklaim mampu bertahan hingga 13 jam.
Uniknya, Lenovo menyematkan tombol auto rotate yang dapat digunakan pengguna untuk secara langsung mematikan fungsi 'langsung memutar' pada tampilan layarnya. Dengan begitu pengguna tak perlu direpotkan dengan tampilan layar yang tiba-tiba berotasi bila Yoga 11 secara tak sengaja berubah posisi.



4. Dibekali Windows 8 RT



Demi menghasilkan kinerja yang optimal, IdeaPad Yoga 11 yang dipersenjatai dengan Nvidia Tegra 3 tersebut oleh Lenovo dipasangkan dengan sistem operasi  Windows 8 RT.
Benar saja, saat detikINET menggunakannya, Windows 8 RT dapat dioperasikan dengan mulus tanpa gejala lag. Saat membuka sejumlah aplikasi pun hanya butuh sepersekian detik saja sebelum akhirnya aplikasi yang dibutuhkan terbuka.
Selain itu, secara default IdeaPad Yoga 11 juga telah diisi oleh Microsoft Office 2013 Preview. Dengan begitu, selama tidak membutuhkan fungsi yang spesifik, penggunanya tidak perlu repot lagi membeli aplikasi office.



5. Kesimpulan



Kelebihannya yang mampu bertransformasi hingga 4 mode bentuk, membuat notebook hibrid seharga Rp 7 jutaan garapan Lenovo ini mampu menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan pengguna.
Selain itu, model yang seksi dipadu dengan bobot ringan membuat IdeaPad Yoga 11 sangat nyaman saat digunakan terutama pada mode tablet. Tentunya dengan bobotnya yang ringan, Yoga 11 enteng saat dibawa untuk aktivitas mobile.
Kombinasi penggunaan prosesor Nvidia Tegra 3 dengan Windows 8 RT yang diusungnya pun sukses menghadirkan kinerja tinggi dan pengoperasian yang lancar.


Sumber: Detik

Senin, 11 Februari 2013

5 Pertimbangan Sebelum Membeli Android Murah

Beberapa ponsel Android saat ini bisa didapatkan dengan harga murah. Bahkan ada yang banderolnya sudah menyentuh di bawah Rp 1 juta.

Namun seperti kata pepatah lama, ada harga ada rupa. Ponsel Android murah tidak mungkin sama baiknya dengan handset di kelas high end. Wajar saja, spesifikasinya dipangkas di sana-sini.
Jika budget terbatas, memang tidak ada salahnya membeli Android murah. Karena mungkin di rentang harga yang sama, produk Android murah lebih baik dibanding pesaing, apalagi feature phone.
Namun agaknya ada baiknya untuk mempertimbangkan hal-hal berikut sebelum membeli Android murah, seperti dikutip detikINET dari Silicon India.



1. Layar Kurang Jernih



Ponsel Android murah hampir dapat dipastikan tidak memiliki tampilan layar yang dapat disombongkan soal kejernihannya. Karena resolusinya yang lebih kecil dibanding Android kelas atas.
Biasanya, resolusi layar Android murah berada di bawah 480 x 320 pixel. Di samping itu, teknologi layar sentuhnya juga mungkin kurang mulus dan kurang responsif.
Dengan layar yang beresolusi rendah, sektor multimedia pun pas pasan. Jadi untuk menonton video atau menjelajah internet kurang memuaskan.
Layar Android murah umumnya juga berukuran kecil, di bawah 4 inch. Namun bisa menghadirkan keuntungan tersendiri bagi mereka yang bertangan mungil.



2. Bodi Kurang Mantap



Di segmen ponsel low end, biasanya vendor menghadirkan perangkat dengan bodi yang biasa-biasa saja. Desainnya biasa, begitu pun dengan kualitas bodinya.
Beberapa ponsel Android murah mungkin juga terbatas dalam soal pasokan aksesoris casing dari pihak ketiga untuk melindungi bodi. Terlebih jika mereknya kurang populer.
Di bagian layar biasanya tidak dibekali pula dengan material untuk ketahanan. Seperti Gorilla Glass yang membuat layar lebih tahan terhadap goresan.
Hal ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri mengingat ponsel adalah barang yang digunakan hampir setiap hari. Jadi ada kemungkinan untuk terjatuh dan rusak jika materialnya kurang kokoh.



3. Tidak Kebagian Update Software



Para vendor hampir dapat dipastikan lebih menganakemaskan ponsel buatannya yang berada di segmen premium. Demikian juga dalam soal update software.
Seperti diketahui, update software Android terbilang sangat cepat. Biasanya, versi terbaru akan lebih dulu diberikan untuk handset kelas atas.
Kemudian baru giliran ponsel di segmen bawah. Malah kadang meski sudah harap-harap cemas menunggu lama, tidak ada update sama sekali.
Memang keuntungan vendor dari penjualan ponsel kelas atas lebih tinggi dibanding produk kelas bawah. Jadi harap dimaklumi jikalau pengguna ponsel premium lebih diistimewakan.



4. Prosesor & RAM Kurang Gahar



Prosesor boleh dibilang adalah nyawa di sebuah smartphone. Semakin tinggi spesifikasinya, maka bakal semakin kencang performa ponsel.
Di kala ponsel kelas atas sudah menggunakan prosesor dual core atau quad core, Android kelas bawah biasanya punya prosesor dengan clock speed kurang dari 1GHz dan juga RAM (random access memory) minimalis.
Dengan prosesor kurang gahar dan RAM terbatas, operasional ponsel mungkin tidak mulus. Demikian juga beberapa aplikasi mungkin kurang berjalan dengan baik.
Sebab, beberapa aplikasi atau game modern didesain untuk bekerja dengan bagus berkat dukungan prosesor tangguh. Sehingga kurang cocok dipakai di Android murah.



5. Brand Tidak Jelas



Sistem operasi Android bisa digunakan oleh semua vendor yang menginginkan secara gratis. Sehingga cukup banyak vendor kurang dikenal menjajakan Android murah.
Jangan cepat tergiur dulu meski harganya sangat murah. Bisa jadi ponsel dari vendor yang kurang dikenal ini tidak baik kualitasnya.
Demikian juga dengan dukungan after sales yang mungkin tidak memadai dan sulit dijangkau. 
Meski tidak mutlak, memang disarankan membeli ponsel Android dari brand ternama atau sudah terbukti. Yang mungkin lebih dipercaya kualitasnya.


Sumber: Detik